
Deklarasi Joko Widodo (Jokowi) sebagai calon presiden (capres) Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP).
JawaPos.com - Pengamat politik dari Sinergi Masyarakat untuk Demokrasi Indonesia (SIGMA), Said Salahudin mengatakan Partai Demokrat, PKB, dan PKS boleh diacungi jempol. Sejauh ini hanya tiga parpol itulah yang masih terus memperjuangkan kadernya untuk menjadi cawapres.
Perjuangan total itu setidaknya dapat diukur dari syarat dukungan yang diajukan masing-masing parpol kepada para capres potensial. Misalnya, kepada Joko Widodo (Jokowi) dan Prabowo Subianto, Demokrat dan PKB mensyaratkan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) dan Muhaimin Iskandar. Adapun kepada Prabowo, PKS mensyaratkan Ahmad Heryawan (Aher).
"Begitu syarat dukungan yang diajukan kepada Jokowi dan Prabowo menunjukkan signal negatif, Demokrat tidak menyerah. Poros ketiga pun coba digagas agar AHY tetap punya asa untuk berlaga," ujar Said kepada JawaPos.com, Rabu (11/7).
Demikian pula PKB yang masih berpegang pada pakem 'jangan kasih kendor'. Jokowi atau Prabowo hanya bisa menang jika Muhaimin yang menjadi cawapresnya. Begitu semboyan yang terus digaungkan oleh PKB.
Sementara PKS ancang-ancang dengan manuver memunculkan duet Anies Baswedan-Aher, begitu muncul kode Prabowo hendak menggandeng tokoh lain sebagai cawapresnya.
Dibandingkan ketiga partai itu, Partai Golkar, PPP, Partai Nasdem, Partai Hanura, PAN, dan parpol pendatang baru lainnya jelas menunjukkan sikap yang berbeda. Misalnya Golkar dan PPP memang gencar mempromosikan duet Jokowi-Airlangga Hartarto atau Jokowi-Romahurmuziy (Rommy).
"Tetapi kedua parpol itu sudah buru-buru berkata akan tetap mendukung Jokowi sekalipun cawapresnya bukan tokoh internal mereka. Nasdem dan Hanura pun demikian," katanya.
Sementara PAN terlihat tidak cukup fokus dalam memperjuangkan tokohnya. Kadang-kadang memajukan nama Zulkifli Hasan, tetapi tiba-tiba coba menggadang nama Amien Rais. Itu pun tanpa kejelasan hendak dipasangkan dengan siapa.
Padahal salah satu fungsi partai politik adalah rekrutmen politik. Fungsi itu dalam Undang-Undang Tentang Partai Politik (UU Parpol) di antaranya ditekankan agar diwujudkan dalam bentuk rekrutmen terhadap bakal calon Presiden dan Wakil Presiden.
"Berbeda dengan rekrutmen terhadap caleg, rekrutmen terhadap capres dan cawapres memang tidak diwajibkan berasal dari anggota parpol bersangkutan," ungkapnya.
Maka berdasarkan fungsi parpol dalam UU Parpol tersebut, syarat dukungan yang diajukan oleh Demokrat, PKB, serta PKS sebagai cawapres Jokowi atau Prabowo menemukan argumentasinya.
"Bahwa muncul anggapan cita-cita dari ketiga parpol itu dinilai terlalu tinggi atau dipandang tidak realistis sebagaimana sikap politik yang ditunjukan Golkar, PPP, Partai Nasdem, Hanura, dan mungkin juga PAN, itu soal lain," tuturnya.
Mereka yang sinis terhadap pola perjuangan politik ala Demokrat, PKB, dan PKS boleh jadi lupa bahwa pada 2019 nanti Pileg dan Pilpres akan dilaksanakan secara serentak. Artinya, akan muncul kecenderungan dari pemilih untuk mencoblos parpol yang kadernya menjadi capres atau cawapres.
Jika Jokowi dipastikan maju, maka pemilih Jokowi terutama yang berkarakter non-partisan cenderung akan memberikan suaranya kepada PDIP. Sebab yang mereka tahu Jokowi adalah kader parpol tersebut. Demikian pula dengan Prabowo dan Gerindra apabila dipastikan maju menghadapi Jokowi.
"Jadi, logika pemilih semacam itulah yang sebetulnya melandasi spirit Demokrat, PKB, dan PKS untuk konsisten dan kukuh memperjuangkan AHY, Muhaimin, dan Aher sebagai cawapres," imbuhnya.

11 Rekomendasi Es Teler Terlaris di Jogja, Selalu Jadi Favorit Pecinta Dessert Tradisional Warga Lokal Maupun Pelancong!
16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
104 Pusat Perbelanjaan di Jakarta Bakal Pesta Diskon sampai 70 Persen, Catat Waktunya!
10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
10 Kedai Es Teler Paling Enak di Jakarta, Cocok untuk Melepas Dahaga saat Cuaca Panas di Siang Hari!
Pulang ke Persebaya Surabaya? Andik Vermansah Dapat Tawaran dari 5 Klub, Ingin Kembali Bermain di Kasta Tertinggi
Jadwal Moto3 Italia 2026! Veda Ega Pratama Ditantang Tak Goyah di Mugello demi Salip Rival Klasemen
10 Tempat Makan Pempek Favorit di Bandung, Pilihan Menu Lengkap, Rasa Autentik, dan Perpaduan Cuko yang Kaya Rempah
Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
Ribuan Suporter Rayakan HUT ke-94 PSIS Semarang, Flare dan Nyanyian Menggema di Depan Kantor Gubernuran Jawa Tengah
