Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 25 Desember 2018 | 18.03 WIB

30 Persen Kerusakan Tanjung Lesung Dibangun dengan Klaim Asuransi

Villa yang hancur di Pantai Carita akibat diterjang tsunami. Kondisinya sudah tak bersisa lagi. - Image

Villa yang hancur di Pantai Carita akibat diterjang tsunami. Kondisinya sudah tak bersisa lagi.

JawaPos.com - Pengelola Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Tanjung Lesung, PT Jababeka Tbk, butuh dana sekitar Rp 150 miliar untuk membenahi kerusakan yang disebabkan tsunami di Selat Sunda. CEO dan Founder Jababeka Setyono Djuandi Darmono mengatakan, PT Banten West Java, anak usaha PT Jababeka Tbk mengalami kerusakan gedung sekitar 30 persen.


Sisa 70 persennya tinggal dibersihkan dan bisa diperbaiki. Kerusakan tersebut baru berdasar pandangan mata, belum dilakukan penghitungan detail. "Kalau itu perlu dibangun kembali barangkali Rp 150 miliar untuk 30 persen itu," ungkapnya dalam konferensi pers di Menara Batavia Jakarta kemarin (24/12).


Dia menerangkan, kerusakan 30 persen diperkirakan bisa dibangun dengan menggunakan klaim dari asuransi.


Di Tanjung Lesung ada lima hotel dengan ukuran besar dan kecil. Pasca kejadian itu, imbuh dia, promosi harus lebih gencar lagi. Untuk mengembalikan sampai ke kondisi semula, dibutuhkan waktu sekitar enam bulan. Proyeksi pengunjung di akhir tahun yang semula untuk masyarakat yang mau berlibur dialihkan untuk pengunjung dengan tujuan lain.


Misalnya, masyarakat yang mau membantu korban atau yang akan melakukan penelitian terkait gempa. "Karena kondisi seperti ini tidak bisa diharapkan pengunjung lama bisa kembali dalam beberapa saat," jelasnya.


Pihaknya meyakinkan, bencana yang terjadi tidak berdampak pada bisnis PT Kawasan Industri Jababeka Tbk. Sebab, perusahaan tidak banyak mencari uang dari bisnis perhotelan. Ditargetkan, hotel kembali beroperasi pada 1 Januari 2019 karena sudah ada yang di-booking. Bagi yang membatalkan booking, uang akan dikembalikan. "Dengan demikian, musibah ini tidak menjadi halangan untuk terus beroperasi," imbuhnya.


Perwakilan Tidar Heritage Foundation Komarudin Hidayat mengatakan, banyak turis yang tertarik dengan Krakatau. Keberadaan Krakatau menjadi daya tarik sekaligus memiliki risiko. "Para ahli optimis bisa ditanggulangi," jelasnya.

Editor: Ilham Safutra
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore