JawaPos Radar

Jami'in Jamaah Haji yang Dua Kali Tersesat, di Madinah dan Mina

22/08/2018, 17:22 WIB | Editor: Ilham Safutra
Jami'in Jamaah Haji yang Dua Kali Tersesat, di Madinah dan Mina
Jami’in, jamaah haji asal Sukabumi akhirnya bertemu dengan petugas haji. (FIRZAN SYAHRONI/Jawa Pos)
Share this

JawaPos.com - Peran petugas haji Indonesia sangat dibutuhkan di Mina. Sebab, banyak jamaah haji yang tersesat dan kelelahan saat menjalankan prosesi melempar jumrah.

Dalam sehari, setidaknya ratusan jamaah yang tersesat. Mereka kebanyakan adalah lansia yang terpisah dari rombongan. Salah satunya Jami’in. Jamaah haji asal Sukabumi itu malah sudah dua hari terpisah dari kloternya. Dia dibantu jamaah lain yang merasa iba. Jami’in dirawat dan diizinkan tinggal di tenda mereka.

"Kasihan, sudah dua hari ini dia ikut kita, Pak. Tolong diantar ke istrinya. Kita telepon istrinya tidak bisa," ujar Muhammad, jamaah haji asal Sumatera yang menolong Jami’in, kepada Irfan Sembiring, petugas haji, yang berada di Jamarat. Muhammad sudah membantu Jami’in melempar jumrah.

Jami'in Jamaah Haji yang Dua Kali Tersesat, di Madinah dan Mina
Jami’in, jamaah haji asal Sukabumi sudah dua hari tersesat dari rombongannya (FIRZAN SYAHRONI/JAWA POS)

Tersesatnya Jami’in bukan sekali ini saja. Saat di Madinah, dia juga pernah tersesat. Kebetulan, Jawa Pos juga yang menemukan dan mengantarnya ke hotel. Rupanya, Jami’in kembali tersesat saat wukuf di Arafah.

Berbekal peta maktab yang dibagikan PPIH, Irfan Sembiring mengantar Jami’in ke rombongannya di maktab 54. Jarak dari Jamarat ke maktab sekitar 3 km. Perjalanan harus ditempuh dengan berjalan kaki. Perjalanan harus berhenti bolak-balik. Sebab, Jami’in merasa kelelahan dan kelaparan. Jami’in tampak gembira saat Irfan memberinya makan. Setiba di rombongan, Jami’in terlihat bahagia. Maklum, sudah dua hari ini dia terpisah dari kelompoknya.

oni/jpc/jpk

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up