Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 14 Agustus 2018 | 19.15 WIB

Menelusuri Praktik Para "Pangdam" Selama Musim Haji di Makkah

KAMBING UNTUK DAM: Kambing untuk dam haji di Pasar Kakiyah, Makkah, diangkut pikap menuju tempat penyembelihan. - Image

KAMBING UNTUK DAM: Kambing untuk dam haji di Pasar Kakiyah, Makkah, diangkut pikap menuju tempat penyembelihan.


Musim haji identik dengan pembelian kambing untuk dam (denda) di Makkah. Kesempatan itu sering dimanfaatkan pihak tertentu untuk mendulang keuntungan berlipat. Banyak jamaah haji yang percaya karena tak mau repot. 


--- 


SEORANG pria yang mengaku bernama Mohammad Ismail mondar-mandir di depan hotel yang dihuni jamaah haji Indonesia. Meski berasal dari Indonesia, penampilannya mirip dengan warga Arab Saudi. 


Mengenakan gamis putih dan serban. Jenggotnya yang dipenuhi uban dibiarkan panjang. Kepada jamaah haji Indonesia, pria yang sudah 10 tahun tinggal di Arab itu menawarkan pembelian kambing untuk dam. 


Sesuai aturan agama, dam wajib dibayarkan oleh seseorang yang melaksanakan haji tamattu' atau berumrah dulu sebelum haji. "Kalau beli di saya murah. Cukup 330 riyal. Dengan biaya sembelih, totalnya jadi 350 riyal (Rp 1,4 juta, Red)," katanya Dia mengaku memiliki banyak kenalan pedagang kambing yang biasa melayani jamaah haji di Makkah. "Cukup bayar ke saya, tulis nama, nanti bisa melihat kambingnya. Bahkan boleh melihat saat penyembelihan," katanya, berpromosi. 


Beberapa jamaah haji yang tak mau ribet dengan urusan dam tertarik dengan tawaran Ismail. Mereka bersedia menyerahkan uang begitu saja dengan modal kepercayaan. Salah satunya adalah Suparman, jamaah dari embarkasi Surabaya. 


Suparman tidak peduli jika pembayaran dam disebut rentan penipuan. "Kalau dia (Ismail, Red) menipu, ya urusan dia sama Allah. Yang penting, saya sudah berniat membayar dam," kata pria dari Probolinggo itu. 


Setiap musim haji pembayaran dam memang bisa menjadi ajang untuk mengeruk keuntungan. Berdasar hasil penelusuran Jawa Pos, kemungkinan penipuan pembaaran dam tidak mengada-ada. 


Ada beberapa modus yang sering dipakai oknum untuk menipu jamaah haji Indonesia. Sebelum beraksi, sebagian dari mereka berdandan mirip orang Timur Tengah. Mengenakan gamis putih, beserban, dan berjenggot panjang. 


Biasanya, jamaah haji Indonesia mudah tertipu dengan penampilan seperti itu. Di kalangan mukimin (warga Indonesia yang tinggal di Arab), para makelar dam itu biasa disebut dengan istilah "pangdam". "Bukan Pangdam yang tentara itu, tapi maksudnya panglima dam," kata seorang mukimin, lantas terkekeh.


Sang pangdam punya beberapa cara untuk merayu calon korban. Dengan modal penampilan mirip orang alim, mereka mengatakan bahwa pembayaran dam lebih afdal dilakukan dengan membeli kambing sendiri daripada membayar di bank Arab Saudi. Selain lebih murah, jamaah haji bisa mendapat pahala berlipat. Membayar dam melalui bank memang lebih mahal. Biayanya 475 riyal. Tapi, prosesnya sederhana. Tinggal datang ke konter dam, tulis nama, bayar, selesai. 


"Biasanya, kalau dibilang lebih afdal, disertai beberapa hadis, banyak yang tak mau lagi membayar di bank," kata dia. 


Jika ada jamaah yang ingin melihat kambing yang telah dibeli, si pangdam tak kehilangan akal. Mereka mengajak korbannya ke pasar hewan Kakiyah di pinggiran Kota Makkah. 


Di sana, si pangdam tinggal menunjuk kambing tertentu dan menyebut hewan itu milik jamaah haji tersebut. "Padahal, yang dia tunjuk itu kambing milik orang lain." 


Ada juga jamaah haji yang tidak begitu saja percaya. Mereka meminta melihat langsung penyembelihan hewan dam. Jika permintaan itu diajukan, si Pangdam masih punya trik. Mereka akan mengajak jamaah haji ke tempat penyembelihan yang tidak jauh dari pasar hewan Kakiyah. 

Editor: Ilham Safutra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore