
Pendaki asal Bekasi saat taklukan Gunung Rinjani.
JawaPos.com - Tragedi gempa di Lombok yang disertai dengan terjebaknya ratusan pendaki di Gunung Rinjani menjadi pelajaran besar bagi Taman Nasional Gunung Rinjani (TNGR). Ke depan institusi itu menerapkan sistem booking online untuk izin pendakian. Saat ini pihak TNGR menyiapkan sistem itu agar segera berfungsi begitu gunung tersebut kembali dibuka.
Direktur Jenderal Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) Wiratno menyebutkan, selama Rinjani ditutup, pihaknya bakal melaksanakan kajian dan penelitian. Itu dilakukan untuk memastikan jalur pendakian aman. Termasuk di antaranya jalur alternatif untuk evakuasi saat kondisi darurat. "Dilakukan pakar dan praktisi secara terpadu," ucapnya kemarin (1/8).
Menurut Wiratno, langkah tersebut juga dibarengi proses merancang jalur dan sistem evakuasi. Kemudian penguatan stakeholder yang berkaitan langsung dengan urusan bencana. Juga diklat SAR petugas dan pelaku wisata Rinjani.
Wiratno menjelaskan bahwa rencana memberlakukan sistem booking online tidak lain bertujuan memperbaiki manajemen pendakian. "Sebagai bagian dari manajemen pengunjung, pelaku wisata, dan jasa usaha," imbuh dia.
Selanjutnya, ke depan jumlah pendaki juga dibatasi. Untuk sementara paling banyak jumlah pendaki 700 orang per hari. Secara teknis, Kepala Seksi Wilayah II TNGR Rio Wibawanto menyampaikan bahwa sistem booking online untuk pendaki Gunung Rinjani mirip sistem booking online bagi penumpang pesawat. "Ada kuota nanti. Kemudian Anda lewat jalur mana. Kalau lewat Sembalun turun lewat mana tanggal berapa," terangnya.
Semua itu harus sudah jelas sebelum para pendaki memulai pendakian. Bahkan bisa jauh hari sebelum mereka menginjakkan kaki di Lombok. Sebab, sistem booking online akan ditunjang aplikasi berbasis Android dan iOS. Sehingga bisa diakses pengguna telepon genggam dari mana pun dan kapan pun. "Nama aplikasinya e-Rinjani," ungkapnya.
Menurut Rio, sistem booking online untuk pendaki gunung sudah ada di luar Indonesia. Namun di dalam negeri belum ada. Khusus untuk Gunung Rinjani, TNGR sebenarnya sudah punya rencana untuk memulai uji coba sistem tersebut. Tapi batal lantaran gempa terjadi lebih dulu. "Sistemnya sudah ada, cuma belum final," imbuhnya.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Moldova vs Kepulauan Faroe: Landsliðið Unggul Tipis dari Tuan Rumah
Gelar Pertemuan, BEM UI, SEMA UGM, dan KM ITB Sepakat Gelar Aksi Besar dalam Waktu Dekat
Prediksi Skor Slovenia vs Makedonia Utara di Liga Nations UEFA: Fantje Kalahkan Tim Tamu
Prediksi Skor Skotlandia vs Swiss di Liga Nations UEFA: Nati Kalahkan Tuan Rumah dengan Skor Telak
Prediksi Skor Skor Lithuania vs Andorra, Laga Persahabatan: Tuan Rumah Berpeluang Menang
Prediksi Skor San Marino vs Albania di Liga Nations UEFA: Kuq e Zinjte Menang Telak di Dogana
Prediksi Skor Filipina vs Pakistan di FIFA ASEAN Cup: The Azkals Menang Tipis Atas The Shaheens
Prediksi Skor Jamaika vs Honduras di CONCACAF Nations League: Reggae Boyz Menang Meyakinkan?
Prediksi Skor Moldova vs Kepulauan Faroe: Tuan Rumah Dibayangi Rapuhnya Lini Pertahanan
Prediksi Finlandia vs Belarus di UEFA Nations League: Pohjanpalo Siap Lanjutkan Ketajaman

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022