
Para pendaki yang terjebak di Gunung Rinjani
JawaPos.com - Tim SAR dan BPBD bersama BNPB terus berusaha menyelamatkan korban akibat gempa 6,4 SR di Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB). Terutama pada pendaki yang terjebak di Gunung Rinjani.
Kapustadin BNPB Sutopo Purwo Nugroho menyebut, ratusan pendaki masih menunggu dievakuasi dari atas Gunung Rinjani.
Berdasarkan data, pendaki yang terdaftar naik ke Gunung Rinjani per 27-28 Juli 2018 mencapai 829 orang. Semua itu terdiri atas 637 WNA dan 192 WNI.
Akan tetapi Sutopo belum bisa memastikan jumlah valid dari pendaki tersebut. Sebab banyak jalur tidak resmi yang digunakan pendaki. Mereka itu tentu tidak terdaftar. "Dari data itu, 680 jiwa sudah turun pada Minggu (29/7) hingga pukul 23.30, artinya masih ada 149 jiwa yang berada di atas," kata Sutopo.
Selain itu, ada beberapa pendaki yang masih terjebak 500 pendaki di Sembalun dan 40 orang lainnya di Batu Ceper. "Jadi total pendaki yang masih terjebak dan menunggu evakuasi adalah 689 jiwa," tambah Sutopo.
Sutopo mengingatkan kepada para pendaki, kendati telah menggunakan jasa guide dan porter yang mengerti jalur, tapi tetap menunggu tim evakuasi. Sebab tim itu lebih mengerti kondisi yang terjadi di bawah.
"Mereka ini kan terjebak, itu artinya jalur yang mereka lalui itu tertimbun. Ditambah ada titik longsor yang berbahaya. Sebaiknya menunggu tim penjemput saja," kata Sutopo.
Diketahui, untuk mengevakuasi para pendaki yang terjebak, BNPB dan tim gabungan lainnya mengerahkan 184 orang Tim Evakuasi Gabungan. Tim itu terdiri atas aparat kepolisian, Kopassus, TNI, Basarnas, tenaga medis, relawan, dan tentunya Tim Gunung Rinjani.
Tim itu telah berangkat sejak pukul 7.00 WIB. Mereka melewati jalur Sembalun dan membawa logistik untuk para pendaki. Logistik itu diyakini cukup untuk para pendaki yang terjebak.

Persebaya Surabaya Rayakan Kembalinya Bruno Moreira, Bonek Kompak Satu Suara
14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Link Live Streaming Semifinal Uber Cup 2026 Indonesia vs Korea Selatan dan Line-up Pertandingan
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
