
Permadi Arya atau Abu Janda saat berada di Kota Medan, Sabtu (16/3).
JawaPos.com - Ketua Umum Barisan Ksatria Nusantara (BKN) Muhammad Rofi'i Mukhlis mengatakan bahwa telah melakukan pertemuan pada Sabtu (30/1) kemarin dengan Permadi Arya alias Abu Janda. Hal itu ia sampaikan melalui sebuah video berdurasi 2.14 menit.
Dalam pertemuan tersebut, Rofi'i mengaku telah menunggu Abu Janda hingga lebih dari 4 jam. Setelah bertemu dan mendengarkan penjelasan, pihaknya pun meyakini Abu Janda tidak ada niatan mengatakan 'Islam arogan'.
"Alhamdulillah Abu Janda bertemu dengan kita dan para kiai semuanya untuk melakukan Tabayyun dan klarifikasi, dan hasilnya kami berkeyakinan bahwa Abu Janda atau Permadi tidak ada niatan sedikit pun untuk menghina Islam," terang dia dalam video yang dikutip JawaPos.com, Minggu (31/1).
BKN juga telah menerima permintaan maaf Abu Janda. Sebab menurut dia, Abu Janda telah meminta maaf dengan cara yang tulus tanpa paksaan.
"Minta maaf atas kesalah pahaman, itu Abu Janda menyampaikan dengan tulus dan ikhlas tanpa ada unsur keterpaksaan," jelasnya.
"Maka dari itu kami selaku pengurus BKN yang mana di dalamnya juga ada para kiai-kiai, dengan ini menyampaikan permohonan maaf sodara Abu Janda kami terima dan insyaallah kami maafkan," pungkasnya.
Baca Juga: Pernyataan Nadiem Soal Polemik Jilbab Lukai Dunia Pendidikan
Sebelumnya, Abu Janda juga telah memberikan klarifikasi melalui video berdurasi 2 menit. Dalam video tersebut, dia mengatakan bahwa kalimat yang menyebutkan 'Islam arogan' bukan tanpa maksud, yakni untuk membalas cuitan dari Ustad Tengku Zulkarnain
"Jadi karena itu lah keluar kata 'arogan' di tulisan saya karena saya menjawab twit Ustad Tengku tadi yang mengatakan katanya minoritas di sini Arogan ke mayoritas," jelas dia dalam video yang dikutip JawaPos.com, Minggu (31/1).
Ia pun meminta maaf atas kalimat yang ia lontarkan di Twitter. Begitu juga dengan kesalahpahaman publik dalam mengintepretasiman cuitannya.
"Mohon maaf jika ada kesalahpahaman, maklum jempol menulis saat debat panas Jadi keluarnya suka tidak sinkron. Sekali lagi saya ucapkan matur suwun kiai, gus, ustad, mohon arahannya terus," terang dia.

Prediksi Skor Paraguay vs Australia di Piala Dunia 2026: Berebut Tiket 32 Besar Namun Berpotensi Imbang
Prediksi Skor Swiss vs Kanada di Piala Dunia 2026: Jonathan David Tancap Gas Bombardir Gawang La Nati
Prediksi Skor Turki vs Amerika Serikat di Piala Dunia 2026: The Stars & Stripes Berburu Rekor Sempurna di Fase Grup
Prediksi Skor Jepang vs Swedia di Piala Dunia 2026: Samurai Biru Incar Tiket 32 Besar di Laga Penentuan
Prediksi Skor Afrika Selatan vs Korea Selatan di Piala Dunia 2026: Son Heung-min Wajib Menang Demi Tiket 32 Besar
Prediksi Skor Tunisia vs Belanda di Piala Dunia 2026: Oranje Wajib Menang demi Amankan Tiket 32 Besar
Profil Wakil Ketua BEM UI Fathimah Azzahra yang Konsisten Mengkritik Program MBG
Prediksi Skor Bosnia dan Herzegovina vs Qatar di Piala Dunia 2026: Mimpi Buruk Al-Annabi Belum Usai
Prediksi Skor Curacao vs Pantai di Piala Dunia 2026: Misi Les Éléphants Menang demi Tiket 32 Besar
Prediksi Skor Maroko vs Haiti di Piala Dunia 2026: Achraf Hakimi Cs Siap Pesta Gol di Laga Penentuan
