JawaPos Radar

Golkar Juga Punya 'Petugas' Partai untuk Kawal PLTU Riau-1

Peran Eni Saragih Hanya Kurir

29/08/2018, 08:45 WIB | Editor: Ilham Safutra
Golkar Juga Punya 'Petugas' Partai untuk Kawal PLTU Riau-1
Eni Saragih usai diperiksa di Gedung KPK. (Issak Ramadhani/JawaPos.com)
Share this

JawaPos.com - Dalam mengawal kerja sama pembangunan proyek PLTU Riau 1, elite Partai Golkar diduga memiliki peran cukup signifikan. Hal itu terungkap dari hasil pemeriksaan tersangka Eni Saragih di KPK kemarin (28/8). Dia mengaku hanya sebagai petugas partai yang diminta untuk mengawal proyek senilai USD 900 juta atau setara dengan Rp 12,6 triliun itu.

Wakil ketua Komisi VII DPR dari Fraksi Partai Golkar tersebut mengatakan, fakta tentang tugas mengawal proyek PLTU Riau 1 itu sudah disampaikan kepada penyidik. "Saya sampaikan semua bahwa saya hanya petugas partai untuk mengawal dari PLTU Riau 1," ungkap istri bupati terpilih Temanggung M. Al Khadziq itu setelah diperiksa kemarin.

Namun, Eni enggan menyebut siapa yang memerintahnya untuk mengawal proyek kakap tersebut. Apakah Setya Novanto (Setnov) atau Idrus Marham.

Golkar Juga Punya 'Petugas' Partai untuk Kawal PLTU Riau-1
Putra dari terpidana Setya Novanto, Rheza Herwindo berjalan menuju ruang lobby gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Jakarta, Selasa (28/8) untuk memenuhi pemanggilan pemeriksaan. (FEDRIK TARIGAN/ JAWA POS)

Sumber Jawa Pos di internal KPK menyatakan, Eni memang bukan pelaku utama dalam konstruksi perkara suap PLTU Riau 1. Dia hanya berperan sebagai kurir. Menurut sumber tersebut, mantan Menteri Sosial Idrus Marham yang kini juga menjadi tersangka dalam kasus tersebut memiliki peran lebih signifikan ketimbang Eni. "Eni itu bukan siapa-siapa, hanya kayak kurir lah," ungkapnya.

Sebelumnya, Eni diduga menerima suap Rp 4,8 miliar dari bos Blackgold Natural Resources Ltd Johannes B. Kotjo. Nah, baru-baru ini Eni mengaku uang Rp 2 miliar (bagian dari Rp 4,8 miliar) digunakan untuk membantu biaya munaslub Partai Golkar pada akhir 2017.

Bila mengacu pada rangkaian pemberian uang suap, perintah untuk "mengawal" proyek PLTU Riau 1 yang diutarakan Eni itu merujuk pada masa transisi pergantian ketua umum Partai Golkar. Di bulan itu, Airlangga Hartarto menggantikan Setnov sebagai ketua umum Partai Golkar.

Sekitar sebulan setelah pergantian itu, Blackgold menerima letter of intent (LOI) dari PT PLN untuk mendapatkan perjanjian pembelian tenaga listrik (PPA) proyek PLTU Riau 1. Dari rangkaian itu, tujuan suap Kotjo kepada Eni untuk memuluskan kesepakatan kerja sama PLTU Riau 1 menjadi lebih terang.

Selain memeriksa Setnov dan Eni, kemarin KPK memeriksa anak Setnov, Rheza Herwindo. Rheza diperiksa karena kapasitasnya sebagai komisaris PT Skydweller Indonesia Mandiri. Berdasar informasi yang dihimpun Jawa Pos, perusahaan itu berkantor di gedung Equity Tower, Jakarta. 

(tyo/c19/agm)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up