
Foto udara Lapas Kelas I Tangerang, Banten, kemarin (21/9). (SALMAN TOYIBI/JAWA POS)
JawaPos.com – Kejanggalan demi kejanggalan yang ditemukan dalam pelarian Cai Changpan dari Lapas Kelas I Tangerang memunculkan sebuah dugaan. Terpidana mati kasus narkoba asal Tiongkok itu berhasil lolos lantaran ada keterlibatan oknum petugas lapas.
Wakil Ketua Komisi III DPR Desmond Junaidi Mahesa melihat banyak kejanggalan dalam kasus tersebut. Misalnya, tidak ada tanah sisa galian dan ubin keramik yang dicopot untuk membuat lubang. ”Kita lihat tanahnya nggak ada. Tidak mungkin orang memecahkan keramik kalau keramik tidak ditemukan,” ujarnya setelah sidak di Lapas Kelas I Tangerang kemarin (23/9).
Desmond menggambarkan, lubang itu berada tepat di bawah tempat tidur. Kedalamannya mencapai 3 meter dan panjang sekitar 28 meter. Diameter lubang pun sangat kecil. Hanya muat satu orang. Menurut dia, oksigen akan sangat terbatas jika Cai Changpan kabur melewati lubang tersebut. ”Jadi, untuk menggali 3 meter ke bawah, berapa banyak tanah, oksigen tidak ada, habis itu lurus 28 meter itu tidak ada buangan tanah. Jadi, ini gimana? Kayak manusia cacing sebenarnya,” ungkapnya.
Baca juga: Terpidana Mati Asal Tiongkok Diduga Kabur Melewati Rawa Berlumpur
Sementara itu, kaburnya Cai Changpan dinilai mirip yang pernah terjadi di Lapas Kelas II-A Kerobokan, Bali. Kriminolog Leopold Sudaryono menyatakan bahwa pelarian semacam itu diduga merupakan kerja sama yang cukup baik antara napi dan beberapa pihak.
Photo
INSPEKSI: Anggota Komisi III DPR Supriansa (tengah) didampingi Kalapas Jumadi (kiri) mengamati lubang yang menjadi akses pelarian Cai Changpan dari Lapas Kelas I Tangerang. (MUHAMAD ALI/JAWA POS)
Pada 19 Juni 2017, empat napi asing kabur dari Lapas Kelas II-A Kerobokan. Yakni, Shaun Edward Davidson alias Eddie Lonsdale alias Michael John Bayman bin Eddi (Australia), Dimitar Nikolov Iliev alias Kermi bin alm Nikola Iliev (Bulgaria), Sayed Mohammed Said (India), dan Tee Kok King bin Tee Kim Sai (Malaysia).
Baca juga: Terpidana Mati Asal Tiongkok Enam Bulan Gali Terowongan 30 Meter
Keempat napi kabur melalui lubang yang tembus di gorong-gorong luar lapas. Sama dengan di Lapas Kelas I Tangerang, gorong-gorong yang menjadi pintu keluar napi itu sebenarnya tidak jauh dari menara pantau lapas. Selain itu, ditemukan kejanggalan dalam pelarian tersebut. Salah satunya, kamera closed circuit television (CCTV) di dalam lapas tidak berfungsi.
Baca juga: Terekam CCTV, Terpidana Mati Asal Tiongkok Kabur Lewat Gorong-gorong
Saksikan video menarik berikut ini:
https://www.youtube.com/watch?v=5yGT_m9n5MU

Pertandingan Perpisahan Bruno Moreira? Kapten Persebaya Surabaya Kirim Sinyal Emosional Jelang Lawan Persis Solo
11 Kuliner Gudeg Paling Recomended di Surabaya dengan Harga Murah Meriah Tapi Rasa Tidak Murahan
Mengenal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026: Aturan, Materi, dan Ambang Batas
10 Batagor Terenak di Bandung dengan Bumbu Kacang Istimewa, Kuliner Murah Meriah dengan Rasa Premium
Prediksi Skor Bayern Munchen vs PSG: Siapa yang akan Bertemu Arsenal di Final Liga Champions?
14 Spot Gudeg di Bandung dengan Cita Rasa Khas Yogyakarta yang Autentik dan Menggugah Selera
7 Hidden Gem Kuliner Sunda di Bogor yang Enak dan Wajib Dicoba, Suasana Asri dan Menunya Autentik
13 Gudeg Paling Enak di Solo dengan Harga Terjangkau, Rasa Premium, Cocok untuk Kulineran Bareng Keluarga!
12 Rekomendasi Kuliner Malam di Surabaya dengan View Terbaik untuk Nongkrong Santai dan Pemandangan yang Memukau
Prediksi Skor Bayern Munchen vs PSG: Sejarah Die Roten Selalu Lolos dari Semifinal Liga Champions, Masih Dominan Lawan Klub Ligue 1
