
BUNUH DIRI SETELAH BURON: Cai Changpan alias Cai Ji Fan (kanan). Gorong-gorong tempat Cai Changpan melarikan diri yang berada di samping Lapas Kelas I Tangerang (kiri). (LAPAS KELAS 1 TANGERANG FOR JAWA POS-RENDY SETIAWAN/TANGERANG EKSPRES)
JawaPos.com – Petunjuk itu hanya berupa potongan rekaman video closed circuit television (CCTV) dari menara pantau Lapas Kelas I Tangerang sisi kiri bagian tengah. Itu pun hanya memperlihatkan Cai Changpan keluar dari gorong-gorong, berjalan beberapa meter ke arah selatan, berbelok, kemudian menghilang.
Pihak terkait, baik kepolisian maupun otoritas pemasyarakatan, hingga saat ini belum mengungkap petunjuk lain jejak pelarian Cai Changpan alias Antoni alias Cai Ji Fan, 53, terpidana mati kasus narkoba asal Tiongkok.
”(Petunjuk, Red) lainnya kan nggak ada. Setelah itu (keluar gorong-gorong) hilang (dari pantauan CCTV). Nggak tahu lagi ke mana,” ujar Kasatreskrim Polres Metro Tangerang Kota AKBP Tahan Marpaung kepada Jawa Pos kemarin (22/9).
Berbekal potongan rekaman CCTV tersebut, kemarin Jawa Pos menyusuri jejak pelarian terpidana mati penyelundupan narkoba seberat 110 kilogram tersebut. Penelusuran diawali dari gorong-gorong ”pintu keluar” Cai Changpan di depan rumah kontrakan milik Tugino. Kemudian, berjalan ke arah selatan menuju belokan yang menjadi titik terakhir Cai Changpan terekam CCTV.
Baca juga: Terpidana Mati Asal Tiongkok Enam Bulan Gali Terowongan 30 Meter
Rupanya, jalur itu menuju ke arah rawa yang ditumbuhi semak belukar dan beberapa pohon pepaya. Di lahan kosong yang berbatasan dengan tembok pagar belakang rumah warga tersebut, terdapat jalur air buangan dari dalam lapas ke rawa. Nyaris tidak ada jalan yang bisa dilalui orang sekalipun hanya setapak.
Jika menggunakan jalur tersebut, artinya Cai Changpan harus menerobos semak belukar dan jalur air dengan tanah berlumpur khas rawa. Kedalaman saluran air yang sekilas tampak belum tersentuh pembangunan itu mencapai 20–40 sentimeter. Jalur tersebut menuju ke barat, tepatnya arah Jalan M. Yamin.
Jalan air itu sama sekali tidak melewati tengah-tengah permukiman warga. Sebab, jalur selebar sekitar 1 meter itu berada di area lahan kehakiman alias milik negara. Air buangan tersebut bermuara di rawa pinggiran Jalan M. Yamin. Semak belukar tumbuh subur di rawa itu. Di dekat rawa, terdapat beberapa empang yang dikelola warga setempat.
Setelah menapaktilasi jalan air tersebut, Jawa Pos menelusuri jalur lain. Salah satunya, jalan paving di sisi kiri lapas menuju arah selatan. Dari titik lenyapnya Cai Changpan, jalan itu lurus memanjang menuju permukiman warga. Hanya, kemungkinan Cai Changpan melalui jalur itu sangat kecil. Sebab, pergerakannya pasti akan terekam CCTV di menara pantau lapas sisi kiri.
Jika belok ke arah barat, jalur itu sejatinya berujung di Jalan M. Yamin. Namun, di ujung jalan ada portal yang dijaga 24 jam oleh petugas keamanan yang dipekerjakan pengurus RW 4, Kelurahan Babakan, Kecamatan Tangerang.
”Kalau bukan warga sini yang lewat situ (portal), pasti ketahuan,” ucap Tukiyo, warga setempat.
Begitu pula jika menuju ke arah timur atau tepatnya di jalan belakang lapas. Permukiman warga lebih padat.
Tukiyo mengungkapkan, di malam ketika Cai Changpan kabur pekan lalu (14/9), sebenarnya ada sekumpulan warga yang melakukan ronda. Dia juga ikut meronda. Namun, dalam patroli pihaknya sama sekali tidak menjumpai Cai Changpan.
Tukiyo menceritakan, pada waktu pelarian napi itu, sekitar pukul 02.00 pihaknya sempat mencurigai sebuah mobil yang parkir di depan toko cutting, dekat lampu merah Jalan Veteran Raya. Pengemudi mobil berwarna gelap tersebut menunjukkan gelagat aneh. ”Awalnya, kaca mobil itu dibuka. Tapi, pas kami (rombongan warga yang ronda) datang, kaca mobil langsung ditutup,” ujarnya.
Baca juga: Terekam CCTV, Terpidana Mati Asal Tiongkok Kabur Lewat Gorong-gorong
Jarak toko cutting dengan lapas tidak sampai 100 meter. Namun, bila dihubungkan dengan titik terakhir pelarian Cai Changpan, hanya ada satu jalur yang sangat mungkin dilewati. Yakni, Jalan Veteran III atau kompleks perumahan dinas lapas. Jalan kompleks itu bisa tembus ke empang di dekat rawa.
Kasatreskrim Polres Metro Tangerang Kota AKBP Tahan Marpaung mengakui sulit mencari jejak napi berkewarganegaraan Tiongkok tersebut. Sebab, pihak lapas hanya memberikan satu rekaman CCTV. Menurut dia, tidak ada CCTV milik Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Tangerang di dekat lokasi maupun di jalan raya sekitar.
Dia juga membenarkan dugaan bahwa Cai Changpan kabur melewati rawa dan menyusuri tali air. Meski begitu, pihaknya sulit mendapatkan keterangan saksi yang melihat secara pasti napi itu kabur. Mengingat, Cai Changpan kabur pada pukul 02.22.
Saksikan video menarik berikut ini:
https://www.youtube.com/watch?v=O5ZBu5fXnx8

Kasus Hantavirus di Indonesia, Kemenkes: Saat ini Ada 2 Kasus Suspek di Jakarta dan Yogyakarta
14 Spot Gudeg di Bandung dengan Cita Rasa Khas Yogyakarta yang Autentik dan Menggugah Selera
Jadwal Persipura vs Adhyaksa FC Play-Off Promosi Super League, Siaran Langsung, dan Live Streaming
10 Batagor Terenak di Bandung dengan Bumbu Kacang Istimewa, Kuliner Murah Meriah dengan Rasa Premium
Pertandingan Perpisahan Bruno Moreira? Kapten Persebaya Surabaya Kirim Sinyal Emosional Jelang Lawan Persis Solo
12 Kuliner Tahu Campur Paling Enak di Surabaya dengan Kuah Petis Kental yang Selalu Jadi Favorit Warga Lokal hingga Wisatawan
11 Kuliner Gudeg Paling Recomended di Surabaya dengan Harga Murah Meriah Tapi Rasa Tidak Murahan
15 Oleh-oleh Paling Ikonik dan Khas dari Kota Surabaya, Rasanya Autentik dan Tiada Duanya, Wajib Kamu Bawa Pulang!
7 Hidden Gem Kuliner Sunda di Bogor yang Enak dan Wajib Dicoba, Suasana Asri dan Menunya Autentik
12 Rekomendasi Kuliner Malam di Surabaya dengan View Terbaik untuk Nongkrong Santai dan Pemandangan yang Memukau
