JawaPos Radar

Survei Poltracking, Ridwan Kamil Masih Kuat dari Pasangan Lainnya

24/06/2018, 01:00 WIB | Editor: Kuswandi
Ridwan Kamil
Wali Kota Bandung Ridwan Kamil (Bandung Exspres/ Jawa Pos Group)
Share this image

JawaPos.com - Lembaga survei Poltracking Indonesia merilis hasil riset terbarunya di Pilgub Jawa Barat. Hasilnya Pasangan Cagub-Cawagub Ridwan Kamil dan UU Ruzhanul Ulum masih menjadi lawan kuat dari tiga kandidat.

Direktur Eksekutif Poltracking Indonesia, Hanta Yuda ‎mengatakan dari riset yang ia temukan Ridwan Kamil-Uu Ruzhanul Ulum memperoleh suara dari responden sebesar 42,0 persen. Sementara Deddy Mizwar-Dedi Mulyadi mendapatkan 35,8 persen.

Pilkada
Ilustrasi Pilkada (Dok.JawaPos.com)

"Kemudian Sudrajad-Ahmad Syaikhu mendapat 10,7 persen. TB Hasanuddin-Anton Charliyan 5,3 persen. Sementara tidak menjawab 6,0 persen," ujar Hanta Yuda dalam pemaparan dalam rilis di Hotel Sari Pan Pacific, Jakarta, Sabtu (23/6).

Walaupun hanya selisih 6,2 persen antara Ridwan Kamil-Uu Ruzhanul Ulum dengan Deddy Mizwar-Dedi Mulyani, tapi kata Hanta Yuda hasilnya pun bakal sama. Ridwan Kamil akan unggul dari pasangan 'Duo DM' itu.

"Jika tidak ada dinamiki politik yang cukup kencang, pasangan Rindu (Ridwan Kamil-Uu Ruzhanul Ulum) lebih unggul," katanya.

Namun demikian Ridwan Kamil-Uu Ruzhanul Ulum bakal kalah denga Deddy Mizwar-Dedi Mulyadi apabila ada dinamika politik yang sangat kuat. Sehingga 'Duo DM' bisa membalikan keadaan.

"Sementara pasangan lainnya akan sulit menjadi pemenang karena kecil peluangnya," pungkasnya.

Sekadar informasi survei ini dilakukan pada periode 18-22 Juni 2018, dengan menggunakan stratifatifed multistage random sampling. Sementara jumlah sampal 800 responden dengan margin of error sebesar lebih kurang 3,5 persen pad tingkat kepercayaan 95 persen.

Survei ini dilakukan di 27 kabupaten dan kota seluruh Jawa Barat dengan responden 17 tahun atau lebih. Tidak dari aparat Polri dan TNI.

Metode yang dilakukan dengan cara responden mencoblos kertas simulasi dari empat pasangan Pilgub Jawa Barat ini. Sehingga data itu lebih memiliki validasi kuat ketimbang lewat wawancara.

(gwn/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up