
Kebakaran besar di gedung Kejaksaan Agung berhasil dipadamkan setelah lebih dari 11 jam. Salah satu penyebab lamanya api dipadamkan karena banyak material plastik. (Ridwan/JawaPos.com)
JawaPos.com - Polri telah mengamankan rekaman closed circuit television (CCTV) Gedung Utama Kejaksaan Agung Republik Indonesia yang terbakar pada Sabtu (22/8) malam. Polisi juga sudah mulai melakukan pemeriksaan terhadap sejumlah saksi untuk mencari tahu penyebab terjadinya kebakaran.
"Ada CCTV yang sudah diamankan, tapi hasilnya belum bisa kita lihat. Harapannya bisa menjawab pertanyaan apa yang terjadi sebenarnya," kata Direktur Reserse Kriminal Umum (Direskrimum) Polda Metro Jaya, Kombes Pol Tubagus Ade Hidayat di depan kantor Kejaksaan Agung, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Minggu (23/8).
Ade mengaku, pihaknya belum bisa menjelaskan berapa jumlah CCTV yang diamankan. Namun, dia mengharapkan dari rekaman CCTV itu membantu bisa menjawab penyebab terbakarnya gedung tersebut.
"CCTV belum kita hitung, tapi untuk ini sudah kita amankan. Kalau yang detail masalah jumlah kita belum bisa jawab," beber Ade.

7 Mall Terbaik di Bandung dengan Banyak Tenant Kuliner dan Spot Foto yang Instagramable
10 Mall di Semarang yang Tak Pernah Sepi Pengunjung, Tempat Favorit untuk Belanja dan Nongkrong
14 Daftar Mall Terbaik di Bandung yang Selalu Ramai Dikunjungi, Lengkap untuk Shopping dan Hiburan Keluarga
11 Rekomendasi Mall Terbaik di Surabaya yang Bikin Betah Jalan-Jalan dan Susah Pulang
5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
10 Rekomendasi Kuliner Bakmi Jawa di Surabaya, Pengunjung Sampe Rela Antre Demi Seporsi Kenikmatan Kuliner Malam Satu Ini!
18 Kuliner Mie Ayam di Yogyakarta yang Rasanya Autentik Tapi Harganya Cocok untuk Semua Kalangan Masyarakat
16 Kuliner Bakso di Yogyakarta yang Rasanya Dinilai Selalu Konsisten Enak, Bikin Para Pengunjung Ketagihan Datang Lagi
Bupati Roby Kurniawan Disebut Netizen Sebagai Bupati R yang Bikin Ayu Aulia Kehilangan Rahim
KPK Tindaklanjuti Pelaporan Dugaan Korupsi APBD Era Mantan Gubernur Sultra Nur Alam
