alexametrics

Jokdri Jadi Kambing Hitam Kasus Pengaturan Skor?

23 Juli 2019, 20:55:52 WIB

JawaPos.com – Mantan Pelaksana Tugas (Plt) Ketua Umum PSSI, Joko Driyono, akhirnya divonis setahun enam bulan oleh Majelis Hakim Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Selatan, Selasa (23/7). Namun yang disorot dalam putusan hakim menyebut kalau Joko tak terlibat kasus pengaturan skor. Melainkan, kasus pengerusakan barang bukti.

Kasus pengaturan skor memang menjadi topik utama sepak bola Indonesia sejak Madura FC mengaku sempat disuruh mengalah dalam laga Liga 2 2018. Kasus itu bahkan menyeret nama Mantan Komite Eksekutif PSSI, Hidayat, yang akhirnya mengundurkan diri. Lalu, sejumlah pihak akhirnya buka suara seperti mantan Manajer Persibara Banjarnegara, Lasmi Indaryani.

Bahkan, Lasmi lantas melaporkan kasus dugaan pengaturan skor kepada kepolisian. Pihak polisi kemudian membentuk Satgas Antimafia Sepak Bola Indonesia. Sejumlah sosok penting sepak bola Indonesia ditangkap. Mulai dari Johar Ling Eng, Dwi Irianto, Anik Yuni, Priyanto, hingga menyeret nama Joko Driyono.

Nama terakhir kemudian digembar-gemborkan terlibat dalam pengaturan skor dan ditetapkan sebagai tersangka lantaran menyuruh supirnya, Mardani untuk memasuki garis polisi saat Satgas menggeledah kantor PT Liga Indonesia, 1 Februari 2019 lalu.

Mantan Plt Ketua Umum PSSI, Joko Driyono divonis satu tahun dan enam bulan penjara dalam sidang putusan kasus perusakan barang bukti dugaan pengaturan skor, Selasa (23/7/2019). (Dery Ridwansah/ JawaPos.com)

Namun, setelah Jokdri ditangkap gembar-gembor soal penuntasan pengaturan skor dalam sepak bola Indonesia perlahan meredup. Jokdri lantas disidangkan dan akhirnya divonis majelis hakim PN Jaksel dengan penjara setahun enam bulan karena dinilai melanggar pasal 235 jo pasal 233 Pasal 55 ayat 1 ke- dua KUHP.

“Perbuatan yang dilakukan terdakwa tersebut tidak terkait dengan pengaturan skor di Banjarnegara sebagaimana laporan polisi atas nama Lasmi Indaryani,” bilang Hakim Ketua, Kartim Haeruddin.

Nah pertanyaannya, apakah Jokdri menjadi kambing hitam pengaturan skor? “Silakan masyarakat menilai sendiri. Karena dari awal kan sesuai dengan pledoi nya pak Jokdri ya. Dia itu diadili oleh trial by media kan. Isitlahnya persangkaan publik saja. Karena dia pimpinan PSSI, ya ketika ada oknum PSSI yang terlibat maka terdakwa selaku Plt Ketum PSSI dianggap terlibat,” bilang salah satu kuasa hukum Jokdri, Mustofa Abidin usai mendampingi kliennya.

Hal senada jua disuarakan oleh Manajer Madura United, Haruna Soemitro yang turut hadir dalam sidang putusan Jokdri. Haruna menyebut kalau semua yang didakwakan Jokdri berkaitan dengan pengaturan skor tak sama sekali terbukti dan terbantahkan. “Pak Joko hanya terpleset kulit pisang seperti ini. Bagi saya, pak Joko sedang berjalan lalu terpleset kulit pisang, akhirnya terjatuh dan sakit,” papar Haruna.

Saat ini, Jokdri dan kuasa hukumnya belum memberikan sikap atas putusan vonis tersebut. Mereka masih memiliki waktu sepekan untuk pikir-pikir mengajukan banding atau tidak. Padahal, vonis dari Majelis Hakim lebih ringan dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum yaitu dua tahun enam bulan.

Editor : Bintang Pradewo

Reporter : Indra Eka Setiawan

Close Ads