
Mobil yang terbakar dan dibersihkan anggota PPSU. (Yogi Wahyu/ Jawa Pos)
JawaPos.com - Aksi unjuk rasa di depan kantor Badan Pengawas Pemilihan Umum RI (Bawaslu) sejak Selasa (21/5), meluas ke wilayah pusat kota Jakarta, dan berakhir ricuh. Sebanyak enam orang dilaporkan meninggal dunia, sementara 200 orang luka-luka.
Ricuh aksi unjuk rasa diduga lantaran ada pihak dari luar Jakarta yang memprovokasi massa. Sejauh ini aparat kepolisian telah mengamankan lebih dari 20 orang yang diduga menjadi provokator kerusuhan.
Mereka digelandang ke Polres Metro Jakarta Pusat untuk dimintai keterangan. "Saat ini aparat kepolisian sudah mengamanankan lebih dari 20 orang yang diduga pelaku provokator dan melakukan tindak pidana lainnya," kata Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karopenmas) Mabes Polri, Brigjen Pol Dedi Prasetyo, saat dikonfirmasi wartawan, Rabu (22/5).
Polri sendiri mulai melakukan identifikasi terhadap provokator kerusuhan malam tadi. Hasil analisasi sementara massa dari luar Jakarta yang membuat ulah.
Dia mengatakan, terdapat provokator yamg memprovokasi massa pendemo yang hendak kembali ke rumah masing-masing. "Kami sesalkan massa dari luar Jakarta yang masuk jam 11-an (23.00), memprovokasi kejadian," sesal Dedi.
Tak berakhir di Bawaslu, kerusuhan juga terjadi di sekitar stasiun Tanah Abang hinga asrama Brimob. Sejumlah kendaraan roda empat menjadi korban kericuhan antara aparat dan massa di Petamburan, Tanah Abang, Jakarta Pusat, Rabu dini hari 22 Mei 2019.
Bangkai mobil-mobil itu tampak berderet di depan Asrama Brimob, Jalan KS Tubun. Bahkan hingga saat ini, pukul 10.00 WIB massa memblokade jalan dengan membakar ban dan menutup jalan dengan menggunakan seng.
Gas air mata juga masih terasa sehingga membuat mata pedih, sementara pasukan Brimob masih berjaga-jaga. Tak hanya bangkai mobil yang menumpuk di depan asrama Brimob, sedikitnya enam orang meninggal dunia dari bentroknya massa dengan aparat keamanan.
Namun Dedi memastikan, polisi atau petugas pengamanan tidak dibekali dengan senjata api maupun peluru tajam. Sehingga apabila ada korban karena faktor itu, ditegaskan bukan ulah aparat keamanan.
"Yang perlu disampaikan bahwa aparat keamanan dalam pengamanan unjuk rasa tidak dibekali oleh peluru tajam dan senjata api," pungkasnya.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Belgia vs Prancis di Liga Nations UEFA: Les Bleus Unggul Tipis dari Tuan Rumah
Prediksi Skor Hong Kong vs Laos di FIFA ASEAN Cup: Duel Seru Berpotensi Imbang di Kai Tak Stadium
Prediksi Skor Georgia vs Ukraina di UEFA Nations League: Misi Berat Kvaratskhelia Cs di Kandang
Prediksi Skor Armenia vs Montenegro di Liga Nations UEFA: Hrabri Sokoli Bakal Sulitkan Tuan Rumah
Guruh Soekarnoputra Meninggal, Ini Daftar Anak Soekarno yang Masih Hidup dan Sudah Tiada
Prediksi Skor Turki vs Italia di Liga Nations UEFA: Kans Ay-Yıldızlılar Hentikan Perlawanan Azzurri
Prediksi Skor Kamboja vs Myanmar di FIFA ASEAN Cup: Singa Asia Berpeluang Menang Tipis
Prediksi Skor Israel vs Irlandia di UEFA Nations League: The Green Army Curi Kemenangan Tandang
Prediksi Skor Lithuania vs Azerbaijan di UEFA Nations League: Duel Ketat Berpotensi Imbang
Prediksi Susunan Pemain Prancis vs Belgia: Tanpa Mbappe, Zidane Hadapi Ujian Berat

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022