
AKHIRI TUGAS: Novel Baswedan bersama pegawai yang tidak lolos TWK meninggalkan Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, kemarin (30/9). (FEDRIK TARIGAN/JAWA POS)
JawaPos.com - Mantan penyidik senior Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan kembali berbicara soal isu taliban. Menurut Novel, berdasarkan pernyataan mantan penyidik KPK asal Polri, Stepanus Robin Pattuju taliban adalah orang-orang yang bekerja dengan tidak bisa dibeli tidak bisa dipengaruhi.
"Ini (isu taliban) persepsinya baik atau buruk, suatu hal yang sengaja dibuat," kata Novel dalam akun chanel Youtube pribadinya, Kamis (21/10).
Novel mengungkapkan, isu taliban sengaja digulirkan dengan kelompok-kelompok tertentu untuk menyerang KPK. Isu taliban digulirkan kepada mereka yang berintegritas, tetapi dianggap terpapar radikalisme.
Oleh karena itu, Novel mempertanyakan dalang dibalik permainan isu taliban yang belakangan menyerang KPK.
"Mereka pakai indikator apa? Apakah kemudian orang yang membela negara dengan sungguh-sungguh dan berani berkorban adalah orang yang terpapar radikalisme atau kah orang yang mempunyai jiwa patriotik terpapar radikalisme. Bukan. Lalu mereka disuru siapa seprti itu?," cetus Novel.
Oleh karena itu, lanjut Novel, publik diminta untuk tidak mudah menerima informasi yang belum tentu benar. Menurutnya, isu taliban sengaja digulirkan untuk mereka yang berjuang tanpa pandang bulu memberantas korupsi.
"Ini yang harus kita pahami agar kita tidak kemudian terbawa pengaruh dengan persepsi, karena tentunya ketika perjuangan untuk memberantas korupsi justru ingin diberangus, justru ingin dihentikan maka yang ada koruptor menang, koruptor berjaya," papar Novel.
Dia mengungkapkan, jika para koruptor telah berhasil memainkan isunya. Dia khawatir perjuangan untuk memperbaiki Indonesia akan sia-sia.
"Bayangkan jika koruptor berjaya sampai terbentuk oligarki maka ada kesengsaraan untuk kita semua, rusak negara kita. Pemerintah melakukan pembangunan, melakukan perbaikan tidak akan tercapai, ini yang harus menjadi perhatian kita semua," pungkas Novel.

Puluhan Orang Terjebak di AEON Mall Kumamoto Usai Gempa Dahsyat M7,1 Diikuti Ledakan
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Malik Bawazier Dilaporkan ke Polda Metro Jaya, Suami Cut Keke Diduga Tersangkut Kasus Perzinaan
Profil Mitchell Baker: Striker Naturalisasi Timnas Indonesia Berdarah Yogyakarta, Debut Gemilang di Piala AFF 2026
Prediksi Skor hingga Rekor Pertemuan Persebaya vs PSMS: Ayam Kinantan Lebih Unggul Atas Green Force
Sempat ‘Hilang’ dari Bangku Cadangan saat Timnas Indonesia Gulung Kamboja, John Herdman Ungkap Alasannya
Profil Aripat, Suami Nathalie Holscher: Dari Sales hingga Menjadi Pengusaha
Prediksi Skor Persebaya Surabaya vs PSMS Medan di Piala Presiden 2026: Misi Green Force Raih 3 Poin Lagi!
Prediksi Skor Port FC vs Persija Jakarta di Piala Presiden 2026: Pembuktian Magis Shin Tae-yong!
