
Ustad Farid Okbah ist
JawaPos.com - Badan Nasional Penanggulangan Teroris (BNPT) turut serta menelusuri latar belakang Ahmad Farid Okbah dan Ahmad Zain An Najah yang ditangkap Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Polri. Keduanya diketahui berideologi takfiri.
"Akar masalah ini kan ideologi takfiri. Nah, ideologi takfiri ini yang memunculkan sikap intoleran terhadap keberagaman, sikap eksklusif terhadap perubahan, anti budaya dan anti kearifan lokal serta anti pemerintahan yang sah," kata Direktur Pencegahan BNPT Brigjen Pol Ahmad Nurwakhid saat dikonfirmasi, Rabu (17/11).
Ideologi itu kemudian memunculkan gerakan politik dan kekuasaan dengan memanipulasi atau mempolitisasi agama. Tujuannya, untuk mengganti ideologi pancasila dengan ideologi khilafah.
"JI kan juga jaringan teroris yang merupakan gerakan politik, ingin mendirikan negara khilafah atau negara agama menurut versi mereka," imbuh Nurwakhid.
Menurut Nurwakhid, penyusupan ideologi itu bisa terjadi di mana saja. Mulai dari lembaga, kementerian, hingga instansi tertentu.
"Termasuk HTI yang dibubarkan sudah menyebar kemana-mana. Nah, itu kan dia kalau sudah bergabung dengan jaringan teror, unsur tindak pidana terornya terpenuhi, dilakukan penangkapan," pungkas Nurwakhid
Sebelumnya, Densus 88 Antiteror Polri telah menangkap 3 terduga teroris pada Selasa (16/11). Mereka yakni anggota Komisi Fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) Ahmad Zain An-Najah (AZ), ustad Anung Al Hamat (AA), dan Ketua Umum Partai Dakwah Indonesia (PDRI) ustad Ahmad Farid Okbah.
Kabag Penum Divisi Humas Polri Kombes Pol Ahmad Ramadhan mengatakan, ketiganya diduga terlibat dengan kelompok teroris Jamaah Islamiyah (JI). Seperti Ahmad Zain diduga sebagai salah satu orang penting di tubuh JI.
"AZ keterlibatan Dewan Syuro JI dan Ketua Dewan Syariah LAZ BM Abdurrahman Bin Auf," kata Ramadhan dalam keterangan tertulis, Selasa (16/11).
Kemudian Anung adalah anggota pengawas Perisai Nusantara Esa Tahun 2017. Dia juga pengurus atas atau pengawas kelompok JI.
Sedangkan, Farid Okbah berperan sebagai tim sepuh atau Dewan Syuro JI dan anggota Dewan Syariah LAZ BM Abdurrahman bin Auf. "Sekitar 2018 memberikan uang tunai Rp10 juta untuk Perisai Nusantara Esa," imbuh Ramadhan.
Farid juga terindikasi memberikan solusi kepada teroris yang telah ditangkap, Arif Susanto. Di pula yang membuat wadah baru pascapenangkapan Aji Parawijayanto. "Adapun partai yang dibentuk oleh Farid Ahmad Okbah dan Ahmad Zain adalah Partai Dakwah Rakyat Indonesia (PDRI)," jelas Ramadhan.

Prediksi Skor Selandia Baru vs Mesir di Piala Dunia 2026: Mohamed Salah Jadi Tumpuan Libas All Whites
Prediksi Skor Uruguay vs Tanjung Verde di Piala Dunia 2026: Kecerdikan Marcelo Bielsa Hadapi Blue Sharks
Prediksi Skor Yordania vs Aljazair di Piala Dunia 2026: Laga Hidup-Mati, Siapa Bertahan dari Jurang Eliminasi?
Prediksi Skor Belgia vs Iran di Piala Dunia 2026: Kevin de Bruyne Jadi Pembeda Ladeni Perlawanan Team Melli
Prediksi Skor Yordania vs Aljazair di Piala Dunia 2026: Duel Hidup dan Mati Siapa Lolos dari Grup J
Prediksi Skor Spanyol vs Arab Saudi di Piala Dunia 2026: La Roja Wajib Menang Demi Lolos ke 32 Besar
Prediksi Skor Argentina vs Austria di Piala Dunia 2026: Menantikan Sihir Lionel Messi Hadapi Das Team
Prediksi Skor Prancis vs Irak di Piala Dunia 2026: Kylian Mbappe Siap Mengamuk Kalahkan Singa Mesopotamia
Gabriel Budi Blak-blakan, Agen Pemain Persebaya Surabaya Ungkap Sosok Paling Berkesan
Prediksi Susunan Pemain Timnas Jepang vs Tunisia: Hiroki Ito Sudah Kantongi Kekuatan Lawan!
