
Evakuasi tukang ojek yang menjadi korban penembakan KKB di Tingginambut, Kabupaten Puncak Jaya, Papua, Selasa (12/4/2022). ANTARA/HO
JawaPos.com - Seorang ustad asal Sulsel dan seorang pendeta yang melerai penembakan, menjadi korban dari Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di Nduga, Papua. Kejadian tragis ini bermula dari warung sembako.
Peristiwa penembakan atau pembantaian ini berawal saat seorang anggota KKB memasuki kios atau warung sembako milik salah seorang warga berinisial H Sabtu (16/7) di Nduga.
Sambil membawa pisau, anggota KKB itu memerintahkan semua orang dalam kios itu keluar ke depan kios. “(Anggota KKB) menyuruh orang di dalam Kios untuk keluar disertai dengan menghambur barang kios,” kata Wakasatgas Humas Ops Damai Cartenz AKBP Arif Irawan, seperti dikutip PojokSatu (Jawa Pos Group), Senin (18/7).
Beberapa saat kemudian, sekitar 20 orang anggota KKB lainnya juga tiba di lokasi. Polisi menduga pelaku penyerangan berjumlah 21 orang. Sebagian besar dari mereka atau sekitar 15 orang membawa senjata api laras panjang.
Para kriminil ini kemudian meneriaki semua laki-laki yang ada di dalam kios untuk keluar. Saat itu, ada lima laki-laki dan dua perempuan keluar dari dalam kios. Mereka lantas menyuruh dua perempuan itu masuk kembali ke dalam kios. Sementara lima pria tadi dibantai dan ditembak hingga tewas.
“Selanjutnya 5 orang laki-laki tersebut dipukul dan ditembak mati,” katanya.
Belum diketahui pasti, 5 orang lainnya berasal dari mana. Apakah karena warga lain ini ingin melerai pembantaian yang terjadi. Namun secara jelasnya, pendeta yang menjadi korban pembantaian tersebut karena berusaha melerai penembakan atau pembantian yang sedang terjadi.
Aparat gabungan TNI Polri yang menerima laporan penembakan itu langsung turun tangan ke lokasi. Hingga akhirnya ditemukan ada 10 orang korban meninggal dunia di lokasi, dan dua orang lainnya luka-luka. “10 meninggal dunia salah satunya seorang pendeta,” ujar AKBP Arif Irawan.
AKBP Arif mengatakan jenazah pendeta itu sudah diserahkan ke pihak keluarganya. Sementara sembilan jenazah lainnya yang berasal dari luar Papua dievakuasi ke Bandara Moses Kilangin, Mimika, Papua. “Pendeta Eliaser diserahkan ke keluarganya di Kenyam untuk dimakamkan,” katanya.
Selain pendeta, seorang ustaz menjadi korban KKB. Ustaz yang menjadi korban adalah Ustaz Daeng Marannu. Dia merupakan seorang dai yang biasa berdakwah di Masjid Kenyam, Kampung Nogolait, Kabupaten Nduga, Papua. Ustaz Daeng Marannu berasal dari Sulsel dan terakhir melakukan dakwah saat khotbah Idul Adha pada Minggu (10/7) di Masjid Kenyam Nduga.
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!

Perilaku Menantu Tak Cerminkan Orang Kerajaan, Sultan Brunei Cabut Gelar Istri Pangeran Abdul Malik
Tumbang, Andika Kangen Band Minta Doa untuk Kesembuhannya
Doktif Bongkar Transfer Rp 9 Juta Richard Lee, Disebut untuk Jasa Prostitusi
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Tumplek Blek! Ribuan Massa Padati Jalan Gubernur Surabaya untuk Ikuti Aksi Tolak LGBTQ
Daftar Skuad Chelsea dan AC Milan di Indonesia: Luka Modric, Rafael Leao, hingga Cole Palmer
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
Prediksi Skor Arsenal vs Dortmund di Emirates Cup 2026: Mikel Arteta Punya Misi Bangkit di Emirates
Siaran Tunda Moto3 Inggris 2026! Ini Jadwal dan Link Live Streaming Veda Ega Pratama di Silverstone
Juara Piala Presiden 2026! 3 Pemain Persebaya Jalani Pemulihan Jelang Super League 2026/2027
