alexametrics

Bareskrim-PPATK Bongkar Pengedar Obat Ilegal Beraset Rp 531 Miliar

Pengembangan Kasus Obat Aborsi di Mojokerto
17 September 2021, 10:54:16 WIB

JawaPos.com – Dari seorang pengedar obat ilegal bernama Dianus Pionam (DP), Bareskrim dan Pusat Pelaporan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) menyita uang hasil kejahatan sebanyak Rp 531 miliar. Terbongkarnya praktik culas itu berawal dari meninggalnya pengguna obat aborsi di Mojokerto, Jawa Timur.

Kabareskrim Komjen Agus Andrianto menuturkan, Bareskrim dan PPATK melakukan joint investigation atau investigasi bersama. ”Diawali dengan adanya kasus di Mojokerto,” kata dia kemarin.

Penjual obat aborsi telah menjalani persidangan. Lalu, Bareskrim dan PPATK menyelidiki aktor intelektual peredaran obat ilegal tersebut. ”Kasus obat aborsi ini terjadi 2019. Pada 2021 ini dibongkar importir obat ilegalnya,” ungkap Agus.

Penangkapan tersangka DP dilakukan bersamaan dengan penyitaan aset-asetnya. Tidak seperti umumnya ketika proses TPPU dilakukan menyusul. ”DP memiliki sembilan rekening bank yang uang di dalamnya diduga merupakan hasil kejahatan,” ujarnya.

Di antara sembilan rekening itu, enam merupakan deposito. Penyidik menduga, dana di sembilan rekening bank tersebut merupakan percampuran dari hasil jual beli obat ilegal dan aborsi. ”Ini yang di hadapan kita uang Rp 100 miliar, sebagian dari hasil kejahatan DP,” tutur mantan Kapolda Sumatera Utara tersebut.

Peredaran obat ilegal yang dilakukan DP berlangsung sejak 2011. Dia menjalankan usaha bernama Flora Pharmacy yang melayani dan menawarkan obat dari luar negeri. Pelanggannya adalah perorangan atau toko obat. ”Dia tidak memiliki keahlian farmasi, tapi mendatangkan obat tanpa izin edar,” urainya.

Editor : Ilham Safutra

Reporter : idr/c6/fal

Saksikan video menarik berikut ini:




Close Ads