Ilustrasi judi online. (freepik)
JawaPos.com - Bareskrim Polri menggerebek sarang sindikat judi online (judol) jaringan internasional di Hayam Wuruk, Jakarta Barat (Jakbar) pada Sabtu (9/5). Dari penindakan itu, tidak kurang 321 Warga Negara Asing (WNA) diamankan oleh polisi.
Direktur Tindak Pidana Umum (Dirtipidum) Bareskrim Polri Brigjen Pol Wira Satya Triputra mengungkapkan bahwa penindakan itu dimulai dari laporan masyarakat. Mereka resah terhadap aktivitas mencurigakan sejumlah WNA di salah satu gedung yang ada di Kawasan Hayam Wuruk.
”Dari hasil penyelidikan tersebut, kami menemukan dugaan adanya aktivitas perjudian yang dilakukan secara terorganisasi dan melibatkan warga negara asing dari berbagai macam negara,” ucap dia.
Tidak heran, saat penggerebekan dilakukan, sebanyak 321 WNA terjaring. Mereka terdiri atas 57 warga negara Tiongkok, 228 warga negara Vietnam, 11 warga negara Laos, 13 warga negara Myanmar, 3 warga negara Malaysia, 5 warga negara Thailand, dan 3 warga negara Kamboja.
”Para pelaku kami tangkap dalam keadaan tertangkap tangan, dalam arti para pelaku sudah melakukan operasional ataupun kegiatan perjudian online,” imbuhnya.
Jenderal bintang satu Polri itu menyebut, para pelaku sudah beroperasi di Hayam Wuruk sejak 2 bulan lalu. Mereka menggunakan lebih kurang 75 domain dan website untuk menjerat para pemain judol. Sejumlah barang bukti turut diamankan oleh polisi.
”Barang bukti berupa paspor, handphone, laptop, PC komputer, dan uang tunai berbagai mata uang,” ujarnya.
Atas perbuatannya, para pelaku dipersangkakan melanggar Pasal 426 dan atau Pasal 607 juncto Pasal 20 dan atau Pasal 21 Undang-Undang (UU) Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP dan UU Nomor 1 Tahun 2026 tentang Penyesuaian Pidana. Wira memastikan akan melakukan penelusuran aliran dana.
”Dan penelusuran terhadap server ataupun IP address daripada jaringan komunikasi,” tegasnya.
Dalam kesempatan yang sama, Sekretaris NCB Interpol Divisi Hubungan Internasional (Divhubinter) Polri Brigjen Pol Untung Widyatmoko mengatakan bahwa fenomena itu menunjukkan adanya pergeseran aktivitas tindak pidana siber transnasional ke Indonesia.
”Pasca ditertibkannya pola operasi daring di Myanmar, Kamboja, Laos, dan Vietnam, mulai terjadi pergeseran ke Indonesia,” ujarnya.
Baca Juga:Pemerintah RI Pulangkan 27.768 WNI dari Luar Negeri Sepanjang 2025 Karena Konflik hingga Judol
Sementara itu, Karopenmas Divhumas Polri Brigjen Pol Trunoyudo Wisnu Andiko mengatakan, pengungkapan kasus tersebut merupakan bagian dari implementasi program Asta Cita Presiden Republik Indonesia dalam penegakan hukum terhadap perjudian online jaringan internasional.
”Ini merupakan satu bagian yang terintegrasi dengan program Bapak Presiden Republik Indonesia, Program Asta Cita, dimana implementasi dalam proses penegakan hukum, khususnya terkait perjudian online jaringan internasional,” kata dia.

10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
10 Tempat Makan Pempek Favorit di Bandung, Pilihan Menu Lengkap, Rasa Autentik, dan Perpaduan Cuko yang Kaya Rempah
16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
11 Rekomendasi Es Teler Terlaris di Jogja, Selalu Jadi Favorit Pecinta Dessert Tradisional Warga Lokal Maupun Pelancong!
10 Kuliner Lezat Dekat Stasiun Pasar Turi Surabaya, dari Lontong Balap hingga Nasi Bebek
10 Kedai Es Teler Paling Enak di Jakarta, Cocok untuk Melepas Dahaga saat Cuaca Panas di Siang Hari!
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
18 Oleh-Oleh Khas Tulungagung Ini Wajib Dibeli Jika Berkunjung, dari Kuliner hingga Kerajinan Tradisional
Ribuan Suporter Rayakan HUT ke-94 PSIS Semarang, Flare dan Nyanyian Menggema di Depan Kantor Gubernuran Jawa Tengah
