alexametrics

KPK Ultimatum Direktur Adonara Propertindo Tommy untuk Kooperatif

10 Juni 2021, 13:56:01 WIB

JawaPos.com – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengultimatum Direktur PT Adonara Propertindo, Tommy Adrian untuk memenuhi panggilan penyidik KPK. Seharusnya Tommy diperiksa dalam kapasitasnya sebagai tersangka terkait kasus dugaan korupsi pengadaan tanah di Munjul Pondok Ranggon, Cipayung, Jakarta Timur, DKI Jakarta Tahun 2019.

“Hari ini (10/6/2021) Tim Penyidik mengagendakan pemanggilan terhadap TA (Tommy Adrian) selaku Direktur PT Adonara Propertindo dalam kapasitasnya sebagai tersangka. Yang bersangkitan konfirmasi tidak dapat hadir dengan alasan sakit,” kata pelaksana tugas (Plt) juru bicara KPK, Ali Fikri dalam keterangannya, Kamis (10/6).

Juru bicara KPK bidang penindakan ini mengimbau agar Tommy kooperatif memenuhi panggilan penyidik KPK. Lembaga antirasuah mengagendakan kembali pemeriksaan pada Senin, 14 Juni 2021 mendatang.

“KPK mengingatkan tersangka agar kooperatif hadir memenuhi panggilan tim penyidik KPK,” pungkas Ali.

Dalam perkara ini, KPK telah menetapkan empat pihak sebagai tersangka. Keempat tersangka itu yakni mantan Direktur Utama (Dirut) Perusahaan Umum Daerah (Prumda) Pembangunan Sarana Jaya, Yoory C Pinontoan, Diretur PT. Adonara Propertindo Tommy Adria, Wakil Direktur PT. Adonara Propertindo Anja Runtunewe dan juga menetapkan PT Adonara Propertindo sebagai tersangka korporasi.

Wakil Ketua KPK Nurul Ghufron menjelaskan, kasus ini bermula adanya kesepakatan penandatanganan Pengikatan Akta Perjanjian Jual Beli di hadapan notaris yang berlangsung di Kantor Perusahaan Daerah Pembangunan Sarana di hadapan notaris antara pihak pembeli yakni Yoory C Pinontoan selaku Dirut dari Perusahaan Umum Daerah Pembangunan Sarana Jaya dengan pihak penjual yaitu Anja Runtunewe. Hal ini berlangsung pada 8 April 2019.

Editor : Kuswandi

Reporter : Muhammad Ridwan

Saksikan video menarik berikut ini:




Close Ads