
Ilustrasi korban pembunuhan. Antara
JawaPos.com - Polisi mengenakan dua pasal kepada tersangka D alias Japra, pembunuh Weni Tania yang ditemukan tewas dengan anus ditusuk bambu di Garut. Salah satunya pasal pembunuhan berencana.
“Pelaku melakukan perbuatan itu karena merasa cemburu. Melihat korban melakukan chatting dengan laki-laki lain melalui media sosial,” ungkap Kapolres Garut AKBP Adi Benny Cahyono seperti dikutip PojokSatu (Jawa Pos Group), Senin (8/2).
Namun pengakuan pelaku kepada polisi, pelaku sendiri tidak begitu yakin apakah Weni Tania benar melakukan selingkuh dengan pria lain melalui media sosial. “Pelaku mengira jika korban selingkuh,” katanya lagi.
Akibat perbuatannya itu, DH alias Japra dijerat Pasal 365 KUHP dan Pasal 338 KUHP dengan ancaman hukuman penjara maksimal 15 tahun. Pasal 338 KUHP ini merupakan pasal dugaan pembunuhan berencana.
Seperti diketahui, jasad Weni Tania ditemukan di Kampung Muncanglega, Desa Tegalpanjang, Kecamatan Sucinaraja, Kabupaten Garut pada Jumat (5/2). Warga yang tengah mencari kayu bakar menemukan jenazah Weni yang tertancap bambu di anus.
Korban yang ditemukan di sungai Cimalaka Kecamatan Sucinaraja itu yang ditemukan Jumat, 5 Februari 2021 itu langsung direspon oleh pihak kepolisian. “Kita butuh waktu 2×24 jam untuk menemukan tersangka yang merupakan orang dekat korban (pacar),” kata Kapolres.
Tersangka D alias Japra, 22, mengakui membunuh pacarnya Weni Tania dengan cara mencekik lehernya terlebih dahulu. Saat Weni sekarat, Japra menusukkan bambu ke anus korban. Pelaku Japra atau Dani mengungkap jika dirinya tak terima dengan keputusan Weni Tania yang memutuskan hubungan asmara mereka.
Selama ini mereka sudah pacaran selama bertahun-tahun. Api cemburu membuat Dani gelap mata dan memilih menghabisi nyawa Weni Tania. Dani mengira pacarnya ini sudah selingkuh dengan pria lain karena sering melakukan chatingan di media sosial.
Aksi pembunuhan ini dilakukan Dani pada Selasa (2/2) sekitar pukul 15.30 WIB saat bertemu Weni Tania di pinggir Sungai Cimalaka, Kampung Muncanglega, Tegalpanjang, Sucinaraja, Kabupaten Garut. “Saya melakukannya karena dia selingkuh. Saya jemput dia di Wanaraja lalu bawa ke lokasi,” ujar Dani di Mapolres Garut saat konferensi pers, Senin (8/2).

10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
15 Pecel Paling Enak di Surabaya, Cita Rasa Sambal Kacang yang Autentik dan Ragam Lauk Tradisional yang Menggoda Selera
10 Tempat Makan Pempek Favorit di Bandung, Pilihan Menu Lengkap, Rasa Autentik, dan Perpaduan Cuko yang Kaya Rempah
Koperasi Desa Merah Putih di Pakuhaji Sepi dan Bangunan Sederhana, Dinkop UMKM Tangerang: Tidak Dibangun dari Dana Agrinas
5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
13 Wisata Terbaik Dekat Stasiun Pasuruan, Buat Liburan Tak Perlu Jauh Tapi Tetap Seru
12 Tempat Kuliner Soto yang Jadi Favorit di Malang, Soal Rasa Jangan Ditanya Pasti Enak!
Tak Perlu lagi Pusing Parkir, Ini Rute Transjakarta Paling Pas ke Indonesia Arena GBK
