alexametrics

Hakim Jamaluddin yang Diduga Dibunuh Itu Biasa Tangani Perkara Narkoba

Polisi Tunggu Hasil Otopsi
1 Desember 2019, 11:00:34 WIB

JawaPos.com – Ada bekas jeratan di leher Jamaluddin. Dan, ketika ditemukan di bagian tengah mobilnya di sebuah kebun sawit, posisi hakim Pengadilan Negeri (PN) Medan, Sumatera Utara, itu hampir tertelungkup. Dengan tangan terikat.

Namun, polisi meminta semua pihak untuk tidak buru-buru menyimpulkan bahwa Jamaluddin dibunuh. ’’Apa motifnya belum bisa kita ketahui. Masih dalam proses otopsi jenazah,’’ kata Kapolrestabes Medan Kombespol Dadang Hartanto sebagaimana dilansir Sumut Pos kemarin (30/11).

Jamaluddin ditemukan dalam kondisi tak bernyawa dengan tangan terikat di bagian bawah jok kursi penumpang dalam mobilnya, Land Cruiser Toyota Prado BK 77 HD warna hitam. Lokasinya di kebun sawit Dusun II Namo Bintang, Desa Suka Dame, Kecamatan Kutalimbaru, Deli Serdang, Sumatera Utara, Jumat lalu (29/11).

Almarhum merupakan hakim karir sekaligus humas di PN Medan. Dia biasa menyidangkan perkara pengadilan hubungan industrial dan perkara pidana umum. ’’Perkara biasa saja. Ada narkoba dan pencurian,’’ sebut Humas PN Medan Erintuah Damanik kepada Sumut Pos.

Kemarin dini hari, jenazah pria 55 tahun itu dibawa ke kampung halamannya, Nagan Raya, Aceh, dengan menumpang mobil ambulans. Sebelum diberangkatkan, jenazah almarhum disalati di Masjid Sat Brimob Polda Sumut, Medan. Ketua Pengadilan Negeri (PN) Medan Sutio Jumagi Akhirno menjadi imam salat Jenazah tersebut.

’’Kami serahkan ke pihak kepolisian untuk mengungkap apakah kematiannya wajar atau ada hal-hal indikasi lain,’’ ucap orang nomor satu di PN Medan tersebut.

Sementara itu, Dadang menyatakan, saat ini pihaknya bersama Polsek Kutalimbaru dibantu dengan Direktorat Reskrimum Polda Sumut sedang bekerja mencari saksi dan alat bukti. Kapolsek Kutalimbaru AKP Bitler Sitanggang mengatakan hal senada. Menurut Bitler, hingga kini baru dua saksi yang diperiksa. ’’Saat ditemukan, kondisi mobil korban mengalami kerusakan parah karena menabrak pohon sawit. Untuk jenazah korban, ditemukan di bawah tempat duduk sopir atau di bagian tengah mobil,’’ ungkap Bitler.

Bitler menyebut, pihaknya baru mendapat kabar sekitar pukul 13.00 WIB. ’’Kami sampai ke TKP (tempat kejadian perkara) persis di perkebunan sawit sekitar pukul 13.30 WIB,’’ papar Bitler.

Lebih lanjut, Sutio menjelaskan, Jamaluddin pada Jumat pagi lalu memang masuk PN Medan sebentar. Lalu, dia keluar. Tetapi, tidak diketahui ke mana perginya. ’’Saya tidak ketemu dengan beliau. Yang ketemu ada tadi teman, mungkin sebelum jam 8 (pagi) lah dia tadi pergi,’’ katanya.

Di Surabaya, Kepala Biro Hukum dan Humas MA Abdullah menyatakan, Jamaluddin selama ini tidak memiliki catatan buruk sebagai hakim. Dia juga enggan menyimpulkan apakah tewasnya Jamaluddin berkaitan dengan perkara yang ditanganinya. Abdullah juga menyoroti tidak adanya perlindungan terhadap hakim.

Dia mengungkapkan, sesuai pasal 48 Undang-Undang Nomor 48 Tahun 2009, negara wajib memberikan jaminan keamanan kepada hakim dalam menjalankan tugas dan tanggung jawabnya.

’’Di undang-undang ada, tapi dalam praktik tidak ada. Standar pengamanan hakim tidak pernah ada sehingga dalam bertugas hakim hanya berharap lindungan dari Yang Mahakuasa saja,’’ ucapnya.

Editor : Ilham Safutra

Reporter : man/ris/gas/c17/ttg


Close Ads