
Ilustrasi. Aksi terorisme
JawaPos.com - Aparat kepolisian memastikan penggerebekan tim Densus 88 Antiteror di Palangka Raya dan Kabupaten Gunung Mas, Kalimantan Tengah (Kalteng), terkait teroris. Mereka yang diamankan merupakan jaringan Jamaah Ansharut Daulah (JAD) dengan sel jaringan Uzla.
Total ada 33 orang yang diamankan. Namun, hanya dua orang yang sudah berstatus tersangka, yakni Tommy dan Abdullah.
Keduanya masuk daftar pencarian orang (DPO) Densus 88. Kelompok ini mampu membuat bom berdaya ledak tinggi.
Jaringan Uzla merupakan kelompok yang mengasingkan diri. Tommy dan Abdullah sisa dari kelompok Abu Hamzah, perakit puluhan bom di Gunung Salak Aceh. Mereka berencana beraksi di Jakarta.
Mereka juga sudah berbaiat dengan Abu Bakar Al Baghadi, pimpinan ISIS. Tujuan utama kelompok itu mengubah ideologi negara. Rencannya, mereka akan bergabung dengan kelompok Uzla lainnya di Jakarta.
Dari penggerebekan Senin (10/6) lalu, barang bukti yang berhasil diamankan yakni alat rakitan bom, buku ISIS, baju, parang, zat kimia, dan lainnya (selengkapnya lihat grafis). Para tersangka dan barang bukti diamankan di Polda Kalteng untuk dimintai keterangan lebih lanjut.
Kapolda Kalteng Irjend Pol Anang Revandoko mengatakan, penangkapan dilakukan Densus 88 dan Polda Kalteng. Kelompok yang diamankan tersebut berbaiat di Aceh. Mereka lari ke Kalimantan dan berencana kembali menyusun kekuatan dan mencari pengikut lainnya.
"Di Kalteng tergabung dua kelompok, Aceh dan Makasar. Mereka ingin ke Jakarta untuk mencari pengikut lain," ujarnya dikutip dari Radar Sampit (Jawa Pos Group), Jumat (14/6).
Anang menambahkan, mereka ke Kalteng diundang satu orang terduga teroris lainnya. Mereka berniat menenangkan diri dan menggelar pelatihan serta mencari logistik.
Namun, belum sempat membuat peledak di Kalteng meski sudah menyiapkan komponen-komponen bahan tersebut. "Mereka menargetkan lokasi Uzla (pengasingan diri) di Kalteng, namun hal itu masih didalami," kata perwira tinggi Polri itu.
Sementara itu, Ketua MUI Kalteng Anwar Isa meminta masyarakat tidak panik dan menyerahkan masalah itu pada aparat kepolisian. Warga juga diharapkan tidak mudah didoktrin kelompok radikal.
"Semuanya sudah ditangani, jadi ayo terus bergandengan tangan agar tidak terulang kembali. Serahkan langkah hukum kepada kepolisian," katanya.

7 Mall Terbaik di Bandung dengan Banyak Tenant Kuliner dan Spot Foto yang Instagramable
5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
Bupati Roby Kurniawan Disebut Netizen Sebagai Bupati R yang Bikin Ayu Aulia Kehilangan Rahim
10 Rekomendasi Kuliner Bakmi Jawa di Surabaya, Pengunjung Sampe Rela Antre Demi Seporsi Kenikmatan Kuliner Malam Satu Ini!
14 Daftar Mall Terbaik di Bandung yang Selalu Ramai Dikunjungi, Lengkap untuk Shopping dan Hiburan Keluarga
10 Mall di Semarang yang Tak Pernah Sepi Pengunjung, Tempat Favorit untuk Belanja dan Nongkrong
Persebaya Surabaya Dilaporkan Capai Kesepakatan dengan Striker Asing, Punya Rekam Jejak di Indonesia!
18 Kuliner Mie Ayam di Yogyakarta yang Rasanya Autentik Tapi Harganya Cocok untuk Semua Kalangan Masyarakat
Pertemuan dengan Suporter, Fariz Julinar Tegaskan PSIS Semarang Siap Bangkit Musim Depan
4 Tempat Makan Siomay Paling Enak di Bandung, Jangan Skip karena Variannya Berlimpah dengan Siraman Bumbu Kacang yang Lezat
