Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo memimpin Rapat Koordinasi Lintas Sektoral Operasi Ketupat 2026 di PTIK, Jaksel, pada Senin (2/3). (Polri)
JawaPos.com - Meski berhasil mempertahankan capaian zero terrorist attack sejak 2023 sampai saat ini, Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo tetap meminta seluruh jajarannya waspada. Khususnya Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror yang bertugas menangani berbagai persoalan terorisme.
Jenderal Sigit menyatakan bahwa aksi teror tetap menjadi perhatian Polri. Karena itu, sejak tahun lalu Polri sudah mengamankan 51 tersangka lewat berbagai langkah strategis. Termasuk dengan melakukan upaya preventive strike terhadap kelompok, jaringan, maupun sel-sel teror.
”Saat ini kami terus masih mengikuti eksistensi kelompok teror, ada 13.252 target yang kami pantau. Dan tentunya ini menjadi perhatian kami, karena saat ini sedang terjadi konflik global yang memang memiliki potensi akan adanya geliat terkait dengan hal ini,” terang dia dikutip pada Selasa (3/3).
Konflik global yang dimaksud oleh Jenderal Sigit adalah perang yang pecah di Timur Tengah. Yakni saling serang antara Iran dengan Israel dan Amerika Serikat (AS). Menurut dia, serangan itu sudah sampai membuat Iran mengibarkan bendera merah sebagai simbol pembalasan.
”Dan pertanda serangan yang terjadi di Iran dan ini tentunya menjadi PR bagi rekan-rekan, khususnya Densus (88 Antiteror Polri), untuk bisa mempertahankan zero terrorist attack. Yang tentunya ini menjadi PR besar bagi kami,” ungkap Sigit.
Tugas itu juga tetap harus dilakukan di tengah persiapan Polri bersama instansi terkait lain untuk mengawal dan mengamankan mudik tahun ini. Sigit menyinggung keberhasilan Polri mengamankan tujuh target saat pelaksanaan mudik tahun lalu. Selain Densus 88 Antiteror, dia juga mengingatkan agar jajaran intelijen bekerja keras.
”Kemudian koordinasi dengan rekan-rekan dari TNI, pemerintah daerah, bagaimana kita memantau pendataan ulang terkait dengan kelompok-kelompok teroris dan aktif teror yang saat ini sedang kita ikuti,” imbuhnya.
Tahun ini, Polri mengerahkan 161 personel gabungan untuk mengawal pelaksanaan Operasi Ketupat 2026. Rencananya operasi tersebut berlangsung selama dua pekan. Mulai 13-25 Maret mendatang. Pengerahan ratusan ribu personel ditujukan untuk memberikan jaminan keamanan dan keselamatan kepada para pemudik.
Sigit menyampaikan bahwa pelaksanaan Operasi Ketupat 2026 mengusung tema Mudik Aman dan Keluarga Bahagia. Untuk memastikan operasi tersebut berjalan dengan baik, Polri mengedepankan pendekatan preemptive, preventive, dan penegakan hukum. Dia menekankan, operasi ketupat sebagai operasi kemanusiaan.
”Ada 161 ribu personel gabungan, terdiri dari Polri, kemudian TNI, instansi terkait, dan seluruh stakeholder. Dan ini tentunya kita harapkan untuk betul-betul bisa bekerja sama dengan maksimal untuk keberhasilan di pelayanan arus mudik maupun arus balik,” jelas dia.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
