
Peluncuran Teman Bus koridor 1 dan 2 di Pendhapi Gede Solo, Selasa (29/12). Aris Wasita/Antara
JawaPos.com–Kementerian Perhubungan (Kemenhub) akan memperluas layanan Transportasi Ekonomis, Mudah, Andal, dan Nyaman (Teman) Bus di 11 kota. Hal tersebut demi memberikan kenyamanan kepada masyarakat dalam menggunakan alat transportasi umum.
Pada peluncuran Teman Bus koridor 1 dan 2 serta public transport information system (PTIS) di Pendhapi Gede Balai Kota Surakarta, Direktur Angkutan Jalan Kementerian Perhubungan Ahmad Yani mengatakan, saat ini layanan Teman Bus tersebut baru ada di lima kota yaitu Surakarta, Medan, Bali, Jogjakarta, dan Palembang.
Selanjutnya, untuk layanan Teman Bus dengan sistem buy the service tersebut pada tahun depan operasionalnya akan ditambah di 11 kota lain. Di antaranya yaitu Surabaya, Bandung, Malang, Makassar, Banjarmasin, Gorontalo, Balikpapan, Sorong, dan Jayapura.
”Lima ini baru pilot project, ini lanjutannya. Khusus di Solo ada 90 armada yang dioperasikan,” kata Ahmad Yani.
Dia mengatakan, mengenai pengadaan moda transportasi umum memang dibutuhkan intervensi dari pemerintah sehingga keberadaannya dapat terus dipertahankan. ”Kalau tidak ada intervensi pemerintah di public transport khususnya pemerintah pusat, ke depan mungkin kita tidak bisa melihat lagi angkutan umum, akan hilang karena butuh kerja investasi dan kesinambungan,” tutur Ahmad Yani.
Untuk pengadaan Teman Bus pada tahun depan, lanjut dia, sudah disediakan anggaran sebesar Rp 500 miliar yang dibagi di beberapa daerah tersebut.
Selain Teman Bus, Kemenhub juga meluncurkan PTIS. Fasilitas PTIS tersebut akan memudahkan masyarakat untuk mengetahui jadwal bus, waktu yang dibutuhkan untuk melakukan perjalanan, dan alternatif moda transportasi yang dapat digunakan.
”Setiap penumpang akan tahu busnya berapa lama lagi akan sampai di halte tersebut, artinya penumpang tidak perlu menumpuk di halte. Kalau PTIS ini sebetulnya sudah bukan hal baru, agar memudahkan masyarakat saja. Kalau saya dari sini mau ke bandara harus naik apa, alternatif apa, sampai sana jam berapa,” terang Ahmad Yani.
Dia menambahkan, agar masyarakat makin nyaman menggunakan transportasi umum, PTIS tersebut juga akan diintegrasikan dengan moda transportasi lain sehingga keberadaannya ada di bandara dan stasiun.
Saksikan video menarik berikut ini:
https://www.youtube.com/watch?v=CKBuYK7jQbg

Prediksi Skor Tanjung Verde vs Arab Saudi di Piala Dunia 2026: Misi Blue Sharks Pulangkan Green Falcons
Prediksi Skor Mesir vs Iran di Piala Dunia 2026: The Pharaohs Selangkah Lagi ke 32 Besar Piala Dunia 2026
Prediksi Skor Selandia Baru vs Belgia di Piala Dunia 2026: Pembuktian Romelu Lukaku Belum Habis!
Prediksi Skor Uruguay vs Spanyol di Piala Dunia 2026: La Roja Tak Ingin Tersandung, La Celeste Wajib Menang
Prediksi Skor Aljazair vs Austria di Piala Dunia 2026: Tiket 32 Besar Dipertaruhkan, Duel Sengit Berpotensi Imbang
Prediksi Skor Kroasia vs Ghana di Piala Dunia 2026: Duel Penentu Tiket 32 Besar, Hasil Imbang Skenario Paling Masuk Akal
Prediksi Skor RD Kongo vs Uzbekistan di Piala Dunia 2026: Duel Sengit di Laga Terakhir Fase Grup
Prediksi Skor Senegal vs Irak di Piala Dunia 2026: Sadio Mane Jadi Kunci Kalahkan Singa Mesopotamia
Prediksi Afrika Selatan vs Kanada di 32 Besar Piala Dunia 2026: Bafana Bafana Ukir Sejarah!
Prediksi Skor Panama vs Inggris: Three Lions Sedang Tak Ideal, Harry Kane Ingin Kembali ke Jalur Gol
