Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 30 Agustus 2021 | 02.59 WIB

Masjid di Perkotaan Kekurangan Khatib, Butuh Sosok Berpaham Moderat

Kegiatan Dialog Katib Moderat yang digelar Wadah Silaturahmi Katib Indonesia (Wasathi) di Tangerang, Banten (29/8). Wasathi for JawaPos - Image

Kegiatan Dialog Katib Moderat yang digelar Wadah Silaturahmi Katib Indonesia (Wasathi) di Tangerang, Banten (29/8). Wasathi for JawaPos

JawaPos.com–Ketua Umum Wadah Silaturahmi Khatib Indonesia (Wasathi) Fauzan Amin mengungkapkan, masjid-masjid di perkotaan saat ini, kekurangan khatib. Pemahaman keagamaan Islam yang moderat bagi para khatib harus diutamakan.

Menurut dia, regenerasi khatib sangat penting. Dia mengatakan, jumlah masjid di kota-kota besar sangat banyak. Contohnya di Jakarta dan sekitarnya. Begitupun kondisinya di kota-kota besar seperti di Surabaya dan Makassar.

Selain masjid-masjid di lingkungan masyarakat, juga ada masjid di kantor pemerintah, BUMN, dan perusahaan swasta. ’’Bahkan ada perkantoran yang masjidnya lebih dari satu,’’ kata Fauzan Amin dalam dialog katib moderat bertema Moderasi Beragama dan Memperkuat Ukhuwah Kebangsaan di Tengah Pandemi di Pondok Pesantren Al Falahiyah, Kemuning, Tangerang secara online dan offline pada Minggu (29/8).

Di tengah banyaknya masjid tersebut, Fauzan mengatakan, jumlah khatib terbatas. Khususnya khatib-khatib senior yang sudah sarat pengalaman. Akhirnya khatib-khatib muda atau milenial ditunjuk menjadi khatib.

”Secara keilmuan para khatib milenial ini perlu dikawal. Banyak khatib muda pintar. Tapi waktu kutbah baca ayat terjemahannya saja,’’ tutur Fauzan.

Fenomena itu mengindikasikan khatib muda tersebut memiliki pemahaman agama tetapi kurang dalam kemampuan menghafal dan tartil Alquran. Untuk itu ke depan dia menegaskan, setidaknya khatib hafal satu juz Alquran. Kemudian memiliki kemampuan membaca Alquran atau tartil yang bagus.

Fauzan juga menegaskan, masjid harus jadi lembaga syiar agama Islam moderat atau wasatiyah. ’’Jangan sampai masjid dimanfaatkan untuk kegiatan yang kontraproduktif. Masjid harus jadi tempat pengembangan umat,’’ ucap Fauzan.

Pengasuh Pondok Pesantren Al Falahiyah Tangerang KH Saeful Zaman mengatakan, khatib yang moderat harus memiliki ilmu yang mumpuni. Selain itu juga harus mengamalkannya. Khatib harus terus menyampaikan pesan-pesan moderasi beragam. Baginya pondok pesantren adalah tempat yang tepat untuk mendidik calon-calon khatib moderat.

’’Selain mengaji kitab, santri di pesantren juga diajarkan menjadi khatib,’’ jelas Saeful Zaman.

Editor: Latu Ratri Mubyarsah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore