
Direktur Pembinaan Jaringan Kerja Antar Komisi dan Instansi di KPK, Sujanarko didampingi Penyidik senior Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menunjukkan surat pelaporan pada awak media di Kantor Dewan Pengawas (Dewas) KPK, Gedung KPK lama, Kuningan, Jakar
JawaPos.com - Persekutuan Gereja-gereja Indonesia (PGI) menyesalkan adanya polemik 75 pegawai Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang tidak memenuhi syarat tes wawasan kebangsaan (TWK) alih status pegawai menjadi Aparatur Sipil Negara (ASN).
PGI menilai, 75 pegawai KPK yang tak lulus TWK ini sudah menjadi target untuk disingkirkan. Karena banyak indikasi yang menunjukan hal itu.
"Tes wawasan kebangsaan yang kita harapkan, kalaupun ada itu adalah untuk meningkatkan dan memperbaiki wawasan kita semua tapi yang terjadi dengan tes ini malah dipakai alat untuk menyingkirkan orang-orang yang secara objektif, sangat berdedikasi memiliki integritas yang tinggi dibuktikan dari kinerja mereka selama ini," kata Sekretaris Umum PGI, Gomar Gultom kepada awak media, Jumat (27/5).
Hal ini disampaikan Gomar usai bertemu dengan penyidik senior KPK, Novel Baswedan. Dia mengakui, banyak pegawai KPK yang dipecat mendapat nilai baik dalam kinerjanya.
"Kami dapat informasi dalam perjumpaan hari ini beberapa dari mereka dalam tiga tahun terakhir ini mendapat nilai A dari kinerjanya. Oleh karena itu kita juga bertanya-tanya ketiga diantara mereka sedang menangani kasus-kasus yang lumayan signifikan ada apa dibalik ini semua," ucap Gomar.
Dia meminta Pimpinan KPK hingga Badan Kepegawaian Negara (BKN) bisa membuka hasil TWK para pegawai KPK. Hal ini sebagai bentuk transparansi kepada publik, agar polemik alih status KPK segera terselesaikan.
"Apalagi Presiden sudah mengatakan bahwa ini tidak boleh tes ini dipakai untuk menseleksi siapa yang lulus dan siapa yang tidak lulus menjadi ASN. Kita menjadi bertanya-tanya, siapa sebetulnya kepala negara sekarang di negara ini," cetus Gomar.
Dia mengajak masyarakat untuk bersama-sama mengawal kinerja KPK. Hal ini perlu dilakan sebagai upaya untuk memperkuat kinerja pemberantasan korupsi.
Baca Juga: Ada Pelecehan, Hotman Laporkan Tim Asesmen TWK KPK ke Komnas Perempuan
"Karena kita tidak tahu langkah-langkah apalagi yang dilakukan oleh siapapun yang punya kepentingan dibalik itu semua, untuk menggerogoti lembaga negara yang secara serius mengawal tercapainya tujuan untuk mensejahterakan masyarakat," tegas Gomar.
Dalam kesempatan ini, penyidik senior KPK Novel Baswedan menegaskan, penyingkiran 75 pegawai KPK bukan hanya kepentingan para pegawai KPK. Menurut Novel, jika hal ini merupakan bagian dari pelemehan, sehingga perlu dukungan dari berbagai pihak, sehingga tindakan pelemahan ini tidak bisa dibiarkan.
"Kalau ternyata ini adalah pelemahan atau upaya tahap akhir untuk melemahkan KPK tentu kita tidak boleh membiarkan," cetus Novel.
Menurut Novel, dukungan dari berbagai kalangan sangat dibutuhkan untuk memperoleh hasil yang baik. Dia khawatir kerja-kerja pemberantasan korupsi akan tidak baik lagi ke depannya, jika hal ini dibiarkan.
"Semoga dukungan dari semua pihak dalam hal ini PGI mendapatkan suatu respon yang baik dan bisa menjadi pemicu untuk masyarakat-masyarakat dan semua pihak memberikan dukungan yang sangat penting, yang menurut saya ini kesempatan akhir, saya khawatir kalau ini dibiarkan terjadi maka harapan kita untuk memberantas korupsi dengan baik akan jauh dari apa yang diinginkan," pungkas Novel.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

7 Kebiasaan Masa Kecil yang Berpengaruh Pada Kesuksesan Anak di Masa Depan
Herri Pras Beberkan Kronologi Digerebek Petarung MMA: Ditendang dan Didengkul Ulu Hati
Profil Herri Pras yang Kritik UAS dan UAH, Pendiri PSGI yang Ditantang Duel Atlet MMA
Profil Yudi Cahyadi, Atlet MMA yang Tantang Duel Herri Pras Usai Singgung UAS dan UAH
Matheus Lagoa Segera Bela Persebaya Surabaya, Cedera Betis Pulih, 30 Gol Jadi Modal
5 Cara Menemukan Jodoh Bagi Orang Introvert Yang Tidak Suka Bersosialisasi
Kembali Lakukan Mutasi, Kapolri Suyudi Ganti 264 Pati dan Pamen Polri
Prediksi Skor Jeonbuk Motors vs Johor Darul Takzim FC, Duel Ketat di AFC Champions League Elite
Usai Digeruduk Rombongan Petarung MMA, Herri Pras Sempat Dievakuasi di Polsek Gunung Putri
Prediksi Al Ittihad vs Al Ain di ACL Elite, Tuan Rumah Lebih Diunggulkan

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022