
Mendikbudristek Nadiem Anwar Makarim mengumumkan program penyaluran dana abadi pendidikan untuk PTNBH di Jakarta (27/6). Foto : Dokumentasi UI
JawaPos.com – Di forum United Nations Transforming Education Summit di markas besar PBB (17/9), Nadiem Makarim menyebut shadow team (tim bayangan) bukan merupakan vendor. Bahkan, leader team beranggota 400 orang itu disebut setara dengan direktur jenderal (Dirjen) pada direktorat di Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) meski tidak masuk struktur birokrasi.
Namun, dalam rapat kerja (raker) bersama Komisi X DPR RI kemarin (26/9), Mendikbudristek itu mengklarifikasi. Nadiem mengaku ada sedikit kesalahan dalam penggunaan kata tim bayangan.
Sebenarnya, yang dia maksud adalah organisasi dengan sifat mirroring terhadap Kemendikbudristek. ”Mirroring itu artinya apa? Setiap Dirjen yang menyediakan layanan bisa menggunakan suatu tim permanen yang selalu bekerja sama dengan tim itu untuk mendorong dan mengimplementasikan kebijakannya melalui platform teknologi,” paparnya.
Nadiem tegas menyebut tim tersebut ialah vendor. Yakni, tim permanen yang berada di bawah naungan anak perusahaan Telkom. ”Dan memang itu secara teknis adalah vendor. Jangan ada yang menyebut mereka itu bukan vendor. Mereka adalah vendor,” sambungnya.
Meski begitu, lanjut dia, mereka tidak diperlakukan sebagai vendor pada umumnya. Para Dirjen dan direktur di Kemendikbudristek memandang tim tersebut dengan filsafat kemitraan dan gotong royong. Hal itulah yang kemudian mendapat apresiasi, bahkan ingin dipelajari negara-negara lain saat dipaparkan di forum PBB. ”Yang sebenarnya dipuji-puji oleh berbagai macam negara adalah inovasi, bukan bahwa kita meluncurkan produk inovasi. Tapi, yang sangat dihormati adalah cara birokrasi kami tidak memperlakukan mereka sebagai vendor,” jelas mantan bos Gojek tersebut.
Pada raker itu, Nadiem turut memberikan apresiasinya kepada aparatur sipil negara (ASN) di Kemendikbudristek. Mereka telah bekerja pagi, siang, malam dengan keberanian dan usaha yang besar atas suatu perubahan budaya luar biasa di kementerian.
Sayangnya, oleh-oleh keberhasilan yang dibawa Nadiem kurang mendapat tanggapan positif. Dia banjir kritik dari sebagian besar anggota dewan. ”Di PBB sana orang tepuk tangan karena mereka merasa hebat, tapi tidak bagi kami yang turun ke bawah. Sebab, kami masih lihat air mata rakyat, masih ada hari ini, Pak Menteri,” ungkap anggota Komisi X DPR Anita Yakoba Ga.
Menurut dia, masih banyak persoalan yang terjadi di dunia pendidikan tanah air. Salah satunya soal PPPK guru yang nasibnya tidak jelas.
Kritik juga disampaikan anggota Komisi X DPR Djohar Arifin. Sebab, sebagai mitra, komisi X tak pernah diberi tahu soal tim bayangan itu. Mulai dasar hukum hingga sumber penggajian. (mia/c7/fal)

Prediksi Skor Korea Selatan vs Republik Ceko di Piala Dunia 2026: Son Heung-min Bisa Pecahkan Rekor
Prediksi Skor Kanada vs Bosnia dan Herzegovina di Piala Dunia 2026: Alphonso Davies Diragukan Tampil!
Prediksi Skor Meksiko vs Afrika Selatan Grup A Piala Dunia 2026: El Tri Diunggulkan Menang di Laga Pembuka!
Beredar Kabar Komedian Bolot Meninggal Dunia, Begini Faktanya
5 Transportasi Surabaya-Malang Selain Motor yang Lebih Hemat, Tarif Mulai Rp 12 Ribuan
Prediksi Duel Seru Korea Selatan vs Ceko, Son Heung-min Jadi Kunci!
Prediksi Susunan Pemain Korsel vs Republik Ceko: Son Heung-min Tegaskan Siap Bantu Taegeuk Warrior Menang!
Daftar Pemain Amerika Serikat dan Paraguay di Grup D Piala Dunia 2026
Apa Itu Weton Tibo Pati dan Siapa Saja yang Mendapatkan Julukan Ini? Simak Misteri di Balik Nasib Weton Tibo Pati
Prediksi Kanada vs Bosnia di Piala Dunia 2026: Tuan Rumah Dibayangi Ancaman Kuda Hitam dari Eropa
