Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 28 April 2019 | 01.06 WIB

Anies Sebut Banjir di Jakarta Karena Kiriman Air dari Bogor

Banjir Kawasan Jatinegara - Dery Ridwansah (3) - Image

Banjir Kawasan Jatinegara - Dery Ridwansah (3)

JawaPos.com - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengatakan banjir yang menerjang Jakarta karena adanya limpahan dari Depok dan Bogor, Jawa Barat. Hal ini dia katakan merujuk dari Badan Penggulangan Bencana (BPBD) DKI Jakarta. Sehingga, bukan karena buruknya drainase yang ada di ibu kota.

Menurut Anies, dari limpahan air itu yang terdampak adalah Tangerang Selatan, Depok, Bekasi dan DKI Jakarta. Dengan data yang ia peroleh pada pulu 20.00 WIB, air sudah mengalami penurunan. "Jadi memang saat ini menerima lipahan air daru hulu yang volumenya besar, tapi kita bersyukur permukaan air sudah turun," ujar Anies saat dikonfirmasi, Sabtu (27/4).

Photo

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan. (Istimewa for JawaPos.com)

Mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) ini mengatakan telah menerjunkan tim untuk memantau pergerakan air dari Bogor ke ibu kota. Nantinya tim akan melakukan antisipasi dengan cara mengubah pintu air di beberapa titik di Jakarta. "Semua petugas stand by, dan setiap ada pegerakan air aut langsung dibarengi dengan perubahan pintu air. Sehingga aliran air daru huli bisa segera tuntas," katanya.

Terpisah, Kepala Pusat Data dan Informasi BPBD DKI Jakarta, Muhammad Ridwan mengatakan berdasarkan data pada pukul 12.00 WIB, Sabtu (27/4) pihaknya telah melakukan langkah-langkah strategis.

Hal ini setelah ‎banjir akibat hujan yang turun di wilayah Bogor, Depok, Tangerang dan sekitarnya pada tanggal 25-26 April 2019 yang menyebabkan Sungai Ciliwung, Sungai Krukut, Sungai Angke dan Sungai Pesanggrahan meluap. "Pompa yang telah disiapkan Dinas SDA sebanyak 133 unit pompa mobile dan 465 unit pompa stasioner yang tersebar di 164 lokasi," ujar Ridwan

Ridwan mengatakan melalui Satgas SDA di tingkat Kecamatan telah melakukan penanganan banjir di lokasi dengan melakukan penyedotan serta pembersihan tali-tali air dibantu PPSU kelurahan dan pengangkutan sampah-sampah akibat banjir dilakukan oleh Dinas Lingkungan Hidup.

Photo

Banjir melanda Kawasan Jatinegara, Jakarta Timur. (Dery Ridwansyah/ JawaPos.com)

BPBD melalui UPT Pusat Data dan Informasi Kebencanaan memberikan peringatan dini kepada masyarakat yang berada di bantaran sungai Ciliwung melalui SMS blast saat Bendungan Katulampa dan Pos Pantau Depok mengalami kenaikan status Siaga menjadi Siaga 1 dan Pos Pantau Angke Hulu mengalami kenaikan status menjadi Siaga 2. Selain itu, BPBD juga melakukan assessment dan koordinasi dengan Kelurahan terdampak.

"BPBD bersama Dinas Gulkarmat, Dinas Kesehatan, Dinas Kehutanan, Basarnas, PMI, petugas dari Unsur kelurahan, Satpol PP, PPSU, Babinsa, dan masyarakat melakukan evakuasi warga yang terdampak banjir," ungkapnya.

Ridwan mengatakan, PT.PLN Persero membantu proses pemadaman aliran listrik di wilayah yang terdampak banjir dan Dinas Perhubungan membantu mengatur lalu lintas di beberapa ruas jalan yang terdampak banjir.

Adapun daerah terdampak banjir pada tanggal 26 April 2019 terdiri dari 43 titik banjir, dan pada pukul 18.00 WIB ‎sudah berkurang menjadi 26 titik yang terdiri dari 5 titik di wilayah Jakarta Selatan dan 21 titik di wilayah Jakarta Timur.

"Kemudian pada Pukul 23.59 WIB‎ titik lokasi banjir berkurang menjadi 18 titik yang terdiri dari 4 titik di wilayah Jakarta Selatan dan 14 titik di wilayah Jakarta Timur," katanya.

Kemudian, pada tanggal 27 April 2019 Pukul 06.00 WIB‎ terdapat 37 titik banjir yang terdiri dari 14 titik di wilayah Jakarta Selatan, 21 titik di wilayah Jakarta Timur dan 2 titik di wilayah Jakarta Barat. Selanjutnya pukul 12.00 WIB ‎titik lokasi banjir sudah berkurang menjadi 17 titik banjir yang terdiri dari 5 titik di wilayah Jakarta Selatan, 11 titik di wilayah Jakarta Timur dan 1 titik di wilayah Jakarta Barat.

Sementara daerah yang masih terdampak banjir pada tanggal 27 April 2019 sampai dengan pukul 12.00 WIB ‎d‎i Wilayah Jakarta Selatan tepatnya di Kel. Pengadegan RW 01, Kel. Kebon Baru RW 10, Kel. Petogogan RW 02 dan Kel. Pondok Pinang RW 05, 08 dengan ketinggian banjir saat ini berkisar antara 10 cm s.d 160 cm. dan untuk Wilayah Jakarta Timur tepatnya di Kel. Cawang RW 01, 02, 03, 05, 08, 012, Kel. Kamp.Melayu RW 04, 05, 06, 07, 08 dan Kel. Bidara Cina RW 07 dengan ketinggian banjir berkisar antara 10 cm s.d 160 cm. Sedangkan untuk Wilayah Jakarta Barat tepatnya di Kel. Kedoya Selatan RW 05, dengan ketinggian banjir berkisar antara 10 cm s.d 30 cm.

Sampai dengan tanggal 27 April 2019 pukul 12.00 WIB. Terdapat beberapa titik banjir yang sudah surut diantaranya di wilayah Jakarta Selatan, Kelurahan Rawa Jati RW 01, 03, 07, Kelurahan Pejaten Timur RW 05, 06, 07, 08, Kelurahan Bangka 02, Kelurahan Pondok Labu RW 03. Wilayah Jakarta Timur, Kelurahan Balekambang RW 05, Kelurahan Bidara Cina RW 04, 05, 06, 11, 12, 14, 15, 16, Kelurahan Kebon Manggis RW 04. Wilayah Jakarta Barat, Kelurahan Kembangan Utara RW 01, 04. Pasca banjir, Satgas SDA Kecamatan melakukan pembersihan lumpur di titik lokasi yang sudah surut.

"Warga yang masih mengungsi hingga saat ini terdiri dari 417 KK dan 1.539 Jiwa. Lokasi pengungsi berada di 13 titik lokasi yang terdiri dari 3 lokasi di Jakarta Selatan dan 10 lokasi di Jakarta Timur," ungapnya.

Ridwan mengatakan, Dinas Sosial Provinsi melaui Suku Dinas Sosial Jakarta Selatan dan Jakarta Timur mengirimkan bantuan logistik, makanan siap saji, dan mendirikan tenda pengungsi serta dapur umum untuk pengungsi akibat bencana banjir 26 April 2019. Pada Tanggal 27 April 2019, PT. Palyja mengirimkan bantuan air bersih untuk di lokasi pengungsian.

"BPBD mengirimkan bantuan logistik untuk pengungsi berupa air mineral, biskuit, family kit, kidsware dan matras," tuturnya.

Ridwan berujar, banjir ini menyebabkan dua korban jiwa yaitu satu korban jiwa meninggal akibat kecelakaan terseret arus kali Ciliwung di Kel.Kebon Baru Jakarta Selatan, dan 1 korban jiwa meninggal akibat serangan jantung di Kel. Bidara Cina Jakarta Timur.

Adapun penyebab banjir dikarenakan intensitas curah hujan tinggi di Wilayah Bogor pada tanggal 25 April 2019 dengan akumulasi curah hujan harian sebesar 134 mm/hari kategori sangat lebat. Sehingga terjadi kenaikan status siaga Bendung Katulampa menjadi Siaga 1 (bencana) pada pukul 20:30 WIB dan Pintu Air Depok Siaga 1 (bencana).

Kemudian pada tanggal 26 April 2019 pukul 00:43 WIB yang menyebabkan meluapnya Sungai Ciliwung pada tanggal 26 April 2019, pukul 01.30 WIB. Dan tingginya curah hujan pada tanggal 26 April 2019 dengan akumulasi curah hujan harian sebesar 144 mm/hari kategori sangat lebat di wiayah hulu. Sehingga menyebabkan kenaikan status siaga sungai angke menjadi Siaga 2 dan sungai krukut serta sungai pesanggrahan Siaga 3.

Photo

Photo

Editor: Bintang Pradewo
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore