Logo JawaPos
Author avatar - Image
Penulis: Antara
Minggu, 8 November 2026 | 14.00 WIB

Demi Menjaga Kestabilan Harga, Mentan Awasi Ketat Distribusi Jagung SPHP

Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) yang juga Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman (kiri) saat Penyaluran Jagung Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) yang di Desa Slemanan, Kecamatan Udanawu, Kabupaten Blitar, Jawa Timur, Kamis (5/11). (Dok Istimewa). - Image

Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) yang juga Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman (kiri) saat Penyaluran Jagung Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) yang di Desa Slemanan, Kecamatan Udanawu, Kabupaten Blitar, Jawa Timur, Kamis (5/11). (Dok Istimewa).

JawaPos.com - Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menegaskan pengawasan distribusi jagung Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) dan pelaku usaha integrator diperketat. Hal ini untuk melindungi peternak rakyat serta memperkuat tata kelola perunggasan nasional.

Dikutip dari Antara Minggu (8/11), Mentan menyampaikan distribusi jagung SPHP dilakukan pemerintah melalui Perum Bulog untuk membantu menekan biaya produksi. Sehingga hal itu perlu dikawal dengan baik agar peternak merasakan manfaat kebijakan tersebut.

Kementerian Pertanian (Kementan) juga memperkuat pengawasan terhadap pelaku usaha integrator agar kegiatan budidaya dan peredaran telur berjalan sesuai ketentuan. Pengawalan tersebut mengacu pada Peraturan Menteri Pertanian (Permentan) Nomor 10 Tahun 2024 tentang Penyediaan, Peredaran, dan Pengawasan Ayam Ras dan Telur Konsumsi.

Regulasi itu menjadi salah satu instrumen untuk menjaga tata kelola usaha perunggasan, termasuk pengaturan peran pelaku usaha integrasi, koperasi, dan peternak. Mentan menegaskan pemerintah tidak akan menghindari persoalan yang dihadapi petani maupun peternak. Setiap aspirasi yang disampaikan akan menjadi perhatian untuk dicarikan penyelesaian melalui koordinasi dengan jajaran terkait.

“Kalau ada petani berteriak, ada peternak berteriak, tidak pernah kami menghindar. Kita selesaikan,” tegas Amran.

Melalui penyaluran jagung SPHP, penguatan koperasi, kerja sama produksi jagung dengan kelompok tani, serta pengawasan tata kelola usaha integrator. Kementan pun terus mendorong ekosistem perunggasan yang lebih seimbang.

Pemerintah ingin memastikan petani memperoleh kepastian pasar, peternak rakyat mendapatkan akses bahan baku pakan dan ruang pemasaran, sementara seluruh pelaku usaha menjalankan kegiatan sesuai ketentuan yang berlaku.

Ketua Koperasi Berkah Telur Blitar, Yesi Yuni Asuti mengatakan penyaluran jagung SPHP membantu peternak menghadapi tingginya harga bahan baku pakan di pasaran. Saat ini, harga jagung di luar program SPHP mencapai Rp 7.800 – Rp 7.900 per kilogram. Sedangkan jagung yang diperoleh melalui Bulog sebesar Rp 5 ribu per kilogram. Artinya ada margin harga hampir Rp 3 ribu per kilogram antara jagung Bulog dengan di luar Bulog.

“Makanya (jagung SPHP) ini sangat membantu kami,” ujar Yesi.

Meski demikian, Yesi mengatakan harga jagung yang lebih terjangkau belum sepenuhnya menyelesaikan persoalan peternak. Pasalnya, harga telur di tingkat peternak juga sedang mengalami tekanan sehingga biaya produksi masih sulit tertutupi.

Editor: Diar Candra
Tags

Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!

Jawa Pos

Ikuti

Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022

Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore