Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 22 Oktober 2026 | 06.51 WIB

Ignasius Jonan Sentil Malaysia dan Singapura soal Karhutla Indonesia

Mantan Menteri Perhubungan (Menhub) Ignasius Jonan usai melakukan pertemuan dengan Presiden Prabowo Subianto di Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (3/11). - Image

Mantan Menteri Perhubungan (Menhub) Ignasius Jonan usai melakukan pertemuan dengan Presiden Prabowo Subianto di Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (3/11).

JawaPos.com - Belakangan ramai di ruang publik berbagai keterangan tokoh politik dari Malaysia dan Singapura tentang kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Indonesia. Anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) Ignasius Jonan pun buka suara dengan menyentil kedua negara tersebut.

Menurut Jonan, cara tokoh Singapura dan Malaysia tersebut tidak sesuai dengan framework ASEAN Agreement on Transboundary Haze Pollution. Perjanjian tersebut ditandatangani oleh 10 negara ASEAN. Termasuk diantaranya Singapura dan Malaysia. 

”Semua negara ASEAN sepakat dalam framework ASEAN. Apakah Singapura atau Malaysia memiliki playbook yang berbeda. Ataukah hanya untuk bicara secara politis untuk melayani konstituennya. Saya pikir ini tidak akan menghasilkan solusi yang baik,” ucap Jonan dikutip dari video yang diunggah pada akun media sosial resminya pada Rabu (21/10).

Jika persoalan karhutla di Indonesia yang berdampak terhadap Malaysia dan Singapura ingin ditangani bersama, Jonan mengingatkan kedua negara tetangga itu ada jalur kerja sama. Dia menyatakan bahwa setiap negara harus memiliki peralatan, teknologi, dan personel yang cukup.

”Kalau menangani human trafficking bisa, menangani terorisme bisa bersama, menangani perdagangan obat bisa bersama, kenapa ini (karhutla) tidak? Kok tiba-tiba mengkritik secara terbuka? Kalau ada unsur kesengajaan, coba dicari bersama (solusinya), bekerjasama,” ajak Jonan. 

Lebih lanjut, Jonan menegaskan, jika memang perlu ada sanksi, dia mengajak semua pihak untuk bersikap adil. Menurut dia, ada perusahaan dari Malaysia dan Singapura yang turut andil menanamkan modal di Indonesia dan diduga ikut menyebabkan karhutla.

”Kalau ingin dikenakan sanksi secara fair dan optimal, kita duduk bareng, diselesaikan. Karena banyak juga perusahaan itu juga ada yang listed, kemungkinan listed di Singapura atau di Malaysia. Atau sebagian dimiliki oleh perusahaan yang didirikan di Singapura atau Malaysia,” imbuhnya. 

Di akhir video, Jonan menekankan bahwa bencana ekologi tidak semua bisa dihindari. Menurut dia, yang penting saat ini adalah kerja sama antar negara. Dia menyatakan, tidak perlu lagi kritik terbuka dan saling menghindar. Sebagai sesama negara ASEAN, Indonesia dan tetangga-tetangganya harus berhubungan baik.

Editor: Nurul Adriyana Salbiah
Tags

Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!

Jawa Pos

Ikuti

Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022

Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore