Kepala Kantor Staf Presiden (KSP) Jenderal Listyo Sigit bersama Menteri Kesehatan Budi Sadikin, dan Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) menyetujui penjualan obat bebas dan terbatas di Kopdes Merah Putih (Istimewa)
JawaPos.com - Kepala Staf Kepresidenan Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo enggan berkomentar banyak saat ditanya ihwal peristiwa polisi tembak polisi di Pondok Cabe, Tangerang Selatan (Tangsel), yang belakang menjadi sorotan publik. Dia menegaskan bahwa saat ini dirinya sudah berada di luar institusi Polri.
Untuk itu, Jenderal Sigit tidak mau bicara banyak saat ditanya peristiwa yang melibatkan Bharada Andika Rahmadani dan Bharatu Laurentius Valdo Fernandez Lawai tersebut. Keduanya merupakan eks anak buah Sigit yang bertugas di Ditpoludara.
”Polisi, aku sudah bukan polisi,” ungkap dia kepada awak media di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, pada Senin (19/10).
Merujuk laporan awal, peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 04.40 WIB pada Jumat pekan lalu (16/10). Lokasi kejadian berada di ruang pemadam kebakaran Ditpoludara. Dalam laporan itu disebutkan bahwa dugaan pembunuhan bermula dari persoalan pribadi antara korban dan terduga pelaku.
Bharada Andika Rahmadani sebagai junior mengaku seringkali merasa disalahkan dan mengalami perundungan atau bullying oleh korban bernama Bharatu Laurentius Valdo Fernandez Lawai. Jumat dini hari, Andika berangkat dari tempat tinggalnya menuju Markas Ditpoludara dengan membawa senjata tajam dari rumah.
Setibanya di markas, dia meletakkan tas di loker ruang staf Pamperslog. Setelah itu, dia menuju pos penjagaan dan mengambil senjata api yang berada di pos tersebut. Dari sana, Andika menuju ruang pemadam kebakaran yang diketahui menjadi tempat Valdo beristirahat.
Menurut pengakuan terduga pelaku, dia menembakkan senjata api sebanyak 4 kali ke arah korban. Setelah korban terjatuh, terduga pelaku kembali menembak beberapa kali ke arah kepala korban, kemudian menggorok leher korban menggunakan pisau yang dibawa dari rumah.
Pasca peristiwa tersebut, Andika menyerahkan diri ke Unit Provos. Personel piket Provos kemudian mengamankan dan meminta keterangan awal dari yang bersangkutan. Andika kemudian diamankan untuk menjalani proses hukum lebih lanjut.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

7 Kebiasaan Masa Kecil yang Berpengaruh Pada Kesuksesan Anak di Masa Depan
Herri Pras Beberkan Kronologi Digerebek Petarung MMA: Ditendang dan Didengkul Ulu Hati
Profil Herri Pras yang Kritik UAS dan UAH, Pendiri PSGI yang Ditantang Duel Atlet MMA
Profil Yudi Cahyadi, Atlet MMA yang Tantang Duel Herri Pras Usai Singgung UAS dan UAH
Matheus Lagoa Segera Bela Persebaya Surabaya, Cedera Betis Pulih, 30 Gol Jadi Modal
5 Cara Menemukan Jodoh Bagi Orang Introvert Yang Tidak Suka Bersosialisasi
Kembali Lakukan Mutasi, Kapolri Suyudi Ganti 264 Pati dan Pamen Polri
Prediksi Skor Jeonbuk Motors vs Johor Darul Takzim FC, Duel Ketat di AFC Champions League Elite
Usai Digeruduk Rombongan Petarung MMA, Herri Pras Sempat Dievakuasi di Polsek Gunung Putri
Prediksi Al Ittihad vs Al Ain di ACL Elite, Tuan Rumah Lebih Diunggulkan

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022