
MEMUKAU: Grup Tongtong Sumenep Angin Ribut menyita perhatian penonton di Teras Udayana, Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat (NTB), Rabu (7/10). (Hendra Apri Purwadi/Jawa Pos Radar Madura)
JawaPos.com – Dentuman musik tongtong dari ujung timur Pulau Madura berhasil mencuri panggung dunia. Grup musik tongtong legendaris Sumenep, Angin Ribut Pasongsongan, sukses menyita perhatian ribuan penonton Riders Parade MotoGP Mandalika 2026.
Lautan manusia tumpah ruah di Teras Udayana, Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat (NTB), Rabu (7/10). Perhatian mereka tertuju pada satu titik, penampilan rancak grup musik tongtong Sumenep dalam rangkaian MotoGP Mandalika 2026.
Pantauan JawaPos.com di lokasi, sajian musik rancak khas tongtong Sumenep berpadu apik dengan penampilan para penari dari Sanggar Tari Abinar dan Sanggar Tari Pottre Angin. Tabuhan saronen, kentongan, dan gong raksasa berbalut dekorasi dominan biru serta kuda hias menggetarkan Teras Udayana. Sontak tepuk tangan penonton dari berbagai kalangan pecah, termasuk wisatawan mancanegara yang sengaja datang untuk MotoGP.
Purnamawati, 62, salah seorang warga Mataram, mengaku terhibur dengan penampilan Angin Ribut. Sajian musik, tampilan dekorasi, dan gerakan para penari membuatnya tak rela mengalihkan perhatian.
”Sangat senang sekali bisa menonton langsung dari dekat. Sebelum-sebelumnya hanya menonton di medsos,” katanya di Teras Udayana.
Perempuan yang pernah mengabdi di rumah sakit ternama di NTB itu mengapresiasi kehadiran grup musik tongtong Sumenep ke Mataram. Menurut dia, penampilan Angin Ribut sekaligus memperkenalkan kekayaan seni dan budaya Madura di luar daerah.
”Terima kasih atas penampilan yang luar biasa ini. Semoga bisa menonton kembali,” harapnya.
Sementara itu, Bupati Sumenep Achmad Fauzi Wongsojudo bersyukur penampilan Angin Ribut disambut luar biasa oleh publik Mataram. Bupati Fauzi mengatakan, misi ke Mandalika merupakan bagian dari komitmennya membawa musik tongtong Sumenep mendunia.
”Alhamdulillah, penampilan Angin Ribut di Teras Udayana disambut meriah. Ini bukti bahwa budaya lokal kita punya tempat di panggung nasional bahkan internasional. Misi ini bukan sekadar tampil, tapi membawa identitas Sumenep sebagai Kota Keris agar semakin dikenal dunia,” ujar Bupat Fauzi.
Bupati menjelaskan, konsep yang dibawa Angin Ribut kali ini adalah Keris Madura dengan semboyan Malar Moga Bajjra sopaja Songenep Jaja Rajja. Konsep ini dipilih untuk menegaskan Sumenep sebagai pusat perkerisan, sekaligus mengangkat filosofi keris sebagai simbol kekuatan dan kearifan lokal. (luq)
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Fulham vs Hull City: The Tigers Berpeluang Menang Tipis di Craven Cottage
Prediksi Skor Garudayaksa vs Arema FC: Produktivitas Singo Edan Jadi Ancaman Bagi Tuan Rumah
Prediksi Skor Lille vs Brest di Liga Prancis: Verdonk Starter, Les Dogues Berjaya di Pierre Mauroy
Prediksi Susunan Pemain Real Betis vs Barcelona: Yamal dan Adeyemi Jadi Andalan
Prediksi Skor Hamburger SV vs Stuttgart: Die Roten Siap Pesta Gol di Volksparkstadion
Prediksi Skor Espanyol vs Atletico Madrid di Liga Spanyol: Los Rojiblancos Pertahankan Laju Positif
Prediksi Skor PSGC Ciamis vs PSIS Semarang di Pegadaian Championship: Tuan Rumah Hadapi Ujian Berat
Prediksi Susunan Pemain AS Roma vs Genoa: Santiago Castro Siap Jadi Andalan
Prediksi Skor Semen Padang vs PSMS di Championship: Kabau Sirah Bidik Kemenangan Kandang Perdana
Prediksi RANS Nusantara vs Persela Lamongan: Laskar Joko Tingkir Berburu Kemenangan di Malang

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022