Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 6 Oktober 2026 | 16.15 WIB

Imigrasi Tolak Visa Penyanyi Gospel AS Israel Houghton, Terindikasi Dukung Israel

Penyanyi gospel asal Amerika Serikat, Israel Houghton dilarang masuk ke Indonesia karena terindikasi mendukung Israel. imigrasi memastikan tidak akan menerbitkan visanya. (Instagram @ditjen_imigrasi) - Image

Penyanyi gospel asal Amerika Serikat, Israel Houghton dilarang masuk ke Indonesia karena terindikasi mendukung Israel. imigrasi memastikan tidak akan menerbitkan visanya. (Instagram @ditjen_imigrasi)

JawaPos.com - Ditjen Imigrasi Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan (Imipas) memastikan tidak akan menerbitkan visa untuk penyanyi gospel asal Amerika Serikat, Israel Houghton, terkait rencana konsernya di Indonesia.

Dirjen Imigrasi Hendarsam Marantoko mengatakan, keputusan tersebut diambil dengan mempertimbangkan sejumlah aspek, termasuk rekam jejak dukungan Israel Houghton terhadap Israel.

Imigrasi juga memasukkan namanya ke dalam daftar Subject of Interest untuk kepentingan pemantauan keimigrasian.

"Dengan mencermati rekam jejak dukungannya terhadap Israel, Imigrasi menempatkan kepentingan masyarakat Indonesia, harmoni sosial, dan keamanan nasional sebagai pertimbangan utama. Namanya telah dimasukkan dalam Subject of Interest untuk pemantauan keimigrasian," kata Hendarsam dalam keterangan tertulis, Selasa (6/10).

Menurut Hendarsam, sikap tersebut telah dikoordinasikan dengan Kementerian Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Kemenko Polkam).

Koordinasi dilakukan sebagai bagian dari pertimbangan pemerintah dalam menentukan kebijakan keimigrasian terhadap rencana kedatangan Houghton.

"Setelah berkoordinasi dengan Kemenko Polkam, sikap Imigrasi jelas: apabila yang bersangkutan mengajukan visa, permohonannya akan ditolak," tegas Hendarsam.

Dia menjelaskan, pemberian visa kepada warga negara asing bukan hanya persoalan kelengkapan administrasi.

Pemerintah memiliki kewenangan untuk menentukan orang asing yang dapat masuk ke wilayah Indonesia dengan mempertimbangkan kepentingan nasional.

"Visa bukan sekadar administrasi. Melalui prinsip selective policy, negara menentukan siapa yang dapat masuk ke wilayah Indonesia berdasarkan kepentingan nasional," ujar Hendarsam.

Editor: Bayu Putra
Tags

Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!

Jawa Pos

Ikuti

Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022

Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore