
Terdakwa kasus dugaan korupsi kuota haji tambahan 2023-2024 Yaqut Cholil Qoumas mendengarkan keterangan saksi saat sidang lanjutan di Pengadilan Tipikor, Jakarta, Selasa (22/9/2026). (Dery Ridwansah/ JawaPos.com)
JawaPos.com — Kuasa hukum mantan Menteri Agama (Menag) Yaqut Cholil Qoumas, Mellisa Anggraini, mengungkapkan bahwa pembahasan skema pembagian kuota haji tambahan dengan komposisi 50:50 antara jemaah reguler dan khusus dilakukan setelah adanya arahan Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi).
Menurut Mellisa, arahan tersebut disampaikan dalam pertemuan antara Yaqut dan Jokowi pada 27 November 2023. Pertemuan itu membahas evaluasi pelaksanaan ibadah haji 2023, termasuk tingginya angka kematian jemaah yang disebut mencapai sekitar 800 orang.
“Di tanggal 27 November, Gus Yaqut bertemu dengan Presiden, dan tentu mendiskusikan tentang evaluasi haji 2023. Nah, lalu muncullah arahan dari Presiden,” kata Mellisa di sela persidangan perkara dugaan korupsi kuota haji di Pengadilan Tipikor Jakarta, Kamis (24/9).
Mellisa menjelaskan, aspek keselamatan jemaah atau hifdzun nafs menjadi pertimbangan dalam pembahasan kebijakan tersebut. Dia menyebut, jumlah jemaah lanjut usia pada penyelenggaraan haji 2024 masih tinggi, yakni sekitar 45.000 orang. Selain itu, kondisi cuaca diperkirakan lebih ekstrem dibandingkan tahun sebelumnya.
“Atas dasar arahan tersebut, maka dilakukanlah kajian, simulasi. Sehingga yang mereka katakan bahwa tidak ada kajian, bagaimana mungkin tidak ada kajian,” ungkapnya.
Dia menilai Ditjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU) Kementerian Agama memiliki berbagai data teknis yang dapat digunakan untuk menyusun kajian. Data tersebut mencakup rute perjalanan, kebutuhan pelayanan, hingga kondisi jemaah.
Mellisa menjelaskan, skema tersebut belum disampaikan dalam rapat kerja DPR pada 27 November 2023 karena kuota tambahan sebanyak 20.000 jemaah belum tercatat secara resmi dalam Sistem Komputerisasi Haji Terpadu (Siskohat).
"Sehingga tadi sudah ditegaskan oleh saksi yang hadir hari ini, beliau adalah Direktorat Dirjen PHU ya, Pak Hilman Latief, bahwa arahan itu memang ada, lalu kemudian pada saat itu kenapa tidak disampaikan? Pada saat raker tanggal 27 November 2023 itu, karena sejatinya kuota tambahan yang 20.000 itu secara resmi belum muncul di dalam sistem Siskohat," bebernya.
Mellisa berpendapat, pembahasan kuota tambahan dalam rapat kerja tersebut masih terlalu dini. Dia menyebut pembahasan semestinya berfokus pada Keputusan Menteri Agama (KMA) Nomor 1005 yang mengatur kuota dasar, bukan kuota tambahan yang saat itu belum ditetapkan secara resmi.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Armenia vs Latvia di Liga Nations UEFA: Sarkanbaltsarkanie Paksa Tuan Rumah Imbang
Prediksi Skor Montenegro vs Siprus di Liga Nations UEFA: Duel Sengit Rawan Imbang di Pod Goricom
Prediksi Skor Polandia vs Bosnia-Herzegovina di Liga Nations UEFA: Zmajevi Siap Kejutkan Tuan Rumah
Guruh Soekarnoputra Meninggal, Ini Daftar Anak Soekarno yang Masih Hidup dan Sudah Tiada
Guruh Soekarnoputra dalam Kondisi Kritis, Dirawat Intensif di RS Siloam Semanggi
Bikin Geger Lagi, 244 Siswa Hingga Guru di Batang Tumbang Usai Santap MBG
Prediksi Skor Georgia vs Irlandia Utara di Liga Nations UEFA: Jvarosnebi Pesta Gol di Kandang
Prediksi Skor Slovakia vs Moldova di Liga Nations UEFA: Sokoli Borong Gol di Futbal Tatran Aréna
Prediksi Skor Bangladesh vs Malaysia di FIFA ASEAN Cup 2026: Harimau Malaya Curi Kemenangan
Prediksi Skor Albania vs Belarus di Liga Nations UEFA: Kuq e Zinjtë Menang Tipis Hadapi Tim Tamu

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022