
Ary Ginanjar Agustian bersama Wakil PM Malaysia Dato' Seri Dr. Ahmad Zahid Hamidi di Menara 165, Jakarta, Minggu (20/9). (Istimewa)
JawaPos.com - Pendiri ESQ Ary Ginanjar Agustian mengenalkan istilah diplomasi spiritual. Yaitu, membangun jembatan persaudaraan melalui hubungan hati dan nilai-nilai yang melampaui kepentingan politik.
Istilah itu diungkap Pendiri ESQ Corp dan Universitas itu saat menerima lawatan Wakil Perdana Menteri Malaysia Dato' Seri Dr. Ahmad Zahid Hamidi ke Menara 165, Jakarta, pada Minggu (20/9).
"Persahabatan kami tidak melihat jabatan, tetapi persahabatan hati. Dalam keadaan suka maupun duka, hubungan itu tetap terjaga," ujar Ary kepada media di Jakarta, Selasa (22/9).
Pertemuan Ary Ginanjar dengan Dato' Seri Dr. Ahmad Zahid Hamidi bukan sekadar reuni dua sahabat yang telah mengenal lebih dari dua dekade. Pertemuan itu menjadi pengingat bahwa hubungan Indonesia dan Malaysia sebagai negara serumpun juga dapat dirawat melalui nilai budaya, spiritualitas, dan kemanusiaan.
Dia menuturkan, ketika hubungan antarnegara kerap dibangun melalui meja diplomasi, ada jalur lain yang tidak kalah penting, yakni hubungan antarmanusia.
Hubungan Ary Ginanjar dengan Ahmad Zahid Hamidi terjalin sejak wakil perdana menteri itu menjabat sebagai Menteri Agama Malaysia. Ketika itu ada kesamaan perhatian terhadap pembangunan manusia melalui keseimbangan kecerdasan intelektual, emosional, dan spiritual. Semua itu menjadi salah satu fondasi hubungan kedua tokoh tersebut.
Persahabatan terus berlangsung melewati perjalanan Ahmad Zahid di sejumlah posisi penting, mulai dari Menteri Pertahanan, Menteri Dalam Negeri, hingga menjadi Wakil Perdana Menteri Malaysia.
Salah satu kenangan yang paling membekas bagi Ary Ginanjar terjadi ketika hubungan Indonesia dan Malaysia sempat memanas akibat persoalan Ambalat. Pada periode tersebut, Ahmad Zahid yang menjabat Menteri Pertahanan Malaysia tetap datang ke Menara 165.
Menurut tokoh yang mengenalkan istilah 165 itu, pertemuan tersebut bahkan mempertemukan sejumlah tokoh pertahanan dari kedua negara dalam suasana dialog. Kehadiran tersebut menunjukkan bahwa hubungan personal dapat tetap menjadi ruang komunikasi ketika hubungan formal kedua negara sedang menghadapi tantangan.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Bikin Geger Lagi, 244 Siswa Hingga Guru di Batang Tumbang Usai Santap MBG
Prediksi Skor Andorra vs Malta di Liga Nations UEFA: The Reds Menang Tipis di Encamp
Prediksi Skor Laos vs Brunei di FIFA ASEAN Cup: Thim Xad Menang di Laga Perdana
Prediksi Skor Norwegia vs Denmark di Liga Nations UEFA: The Vikings Menang Tipis di Ullevaal Stadion
Prediksi Skor Austria vs Israel di Liga Nations UEFA: Das Team Menang Telak di Raiffeisen Arena
Prediksi Skor Timnas Jepang U-23 vs Thailand U-23 di Asian Games 2026
Prediksi Skor Liechtenstein vs Lithuania di Liga Nations UEFA: Rinktinė Menang di Kandang Lawan
Prediksi Skor Myanmar vs Timor Leste di FIFA ASEAN Cup: Singa Asia Gasak Lawan di Laga Perdana
Prediksi Skor Jepang vs Uruguay: Ko Itakura Targetkan Kemenangan
Prediksi Skor Kosovo vs Irlandia di Liga Nations UEFA: The Green Army Curi Poin di Fadil Vokrri

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022