
Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) bersinergi di Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) bersama Bank Indonesia (BI) dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menggelar Kuliah Perdana Malang Mbois yang diselenggarakan pada Senin (14/9) di Gedung Sport Center/Auditorium Utama UIN Maulana Malik Ibrahim Malang (Dok LPS).
JawaPos.com - Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) terus memperkuat literasi keuangan generasi muda melalui sinergi Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) bersama Bank Indonesia (BI) dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Upaya tersebut diwujudkan melalui kegiatan “Kuliah Perdana Malang Mbois” yang diselenggarakan pada Senin (14/9) di Gedung Sport Center/Auditorium Utama UIN Maulana Malik Ibrahim Malang.
Kegiatan yang mengusung tema “Kuliah Hebat, Finansial Sehat, Masa Depan Kuat” tersebut diikuti oleh sekitar 2 ribu mahasiswa baru UIN Maulana Malik Ibrahim Malang Tahun Akademik 2026/2027. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya memperkenalkan peran anggota KSSK dalam menjaga stabilitas sistem keuangan sekaligus membangun kesadaran mahasiswa dalam mengelola keuangan secara sehat sejak dini.
Kegiatan tersebut dihadiri oleh Anggota Komisi XI DPR RI Dr. M. Hasanuddin Wahid, M.Hum., Rektor UIN Maulana Malik Ibrahim Malang Prof. Dr. Hj. Ilfi Nur Diana, M.Si., CAHRM., CRMP., Kepala Kantor OJK Malang Farid Faletehan, Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Malang Indra Kuspriyadi, serta Kepala Kantor Perwakilan LPS Wilayah II Bambang S. Hidayat, bersama jajaran pimpinan universitas, dosen, organisasi mahasiswa, dan tamu undangan.
Kepala Kantor Perwakilan LPS Wilayah II, Bambang S. Hidayat, menyampaikan bahwa penguatan literasi keuangan di kalangan generasi muda merupakan bagian penting dalam membangun kesadaran masyarakat terhadap sistem keuangan. Mahasiswa sebagai kelompok strategis perlu memiliki pemahaman yang baik mengenai pengelolaan keuangan serta peran lembaga yang menjaga stabilitas dan kepercayaan terhadap sistem keuangan nasional.
“Pemahaman mengenai sistem keuangan perlu dibangun sejak dini, termasuk pemahaman mengenai pentingnya kepercayaan terhadap perbankan. Generasi muda diharapkan dapat menjadi bagian dari masyarakat yang semakin cerdas dalam mengelola keuangan dan memahami peran lembaga dalam menjaga stabilitas sistem keuangan,” ujar Bambang.
Perkembangan digitalisasi memberikan kemudahan bagi masyarakat dalam mengakses berbagai produk dan layanan keuangan. Namun, di sisi lain, perkembangan tersebut juga menghadirkan berbagai risiko, seperti investasi ilegal, pinjaman online ilegal, judi daring, penipuan digital, dan penyalahgunaan data pribadi. Kondisi tersebut menjadi tantangan yang perlu diantisipasi melalui peningkatan literasi dan kewaspadaan masyarakat, khususnya generasi muda.
Dalam kegiatan tersebut, LPS bersama OJK dan BI turut memperkenalkan peran masing-masing lembaga kepada mahasiswa sebagai bagian dari sinergi KSSK. Pemahaman mengenai peran lembaga tersebut diharapkan dapat memberikan perspektif yang lebih utuh kepada mahasiswa mengenai bagaimana stabilitas sistem keuangan dijaga dan bagaimana kepercayaan masyarakat terhadap sistem keuangan terus diperkuat.
Bagi LPS, kepercayaan masyarakat terhadap perbankan merupakan salah satu aspek penting dalam menjaga keberlangsungan sistem keuangan. Melalui fungsi penjaminan simpanan dan kewenangan lainnya sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan, LPS berperan dalam memberikan rasa aman kepada masyarakat dalam menggunakan layanan perbankan.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Ultah Ariel NOAH ke-45 Dirayakan Bareng Wulan Guritno, Ada Pelukan hingga Candaan Duda-Janda
Ariel NOAH 18 Tahun Menduda, Dekat dengan Wulan Guritno di Ultah ke-45
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
7 Kebiasaan yang Bikin Ban Motor Cepat Botak, Mana yang pernah Kamu Lakukan?
Viral Pegawai BGN Sindir Korban Keracunan MBG Sambil Makan Chicken Katsu
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Sudah Tak Jadi Menkeu, Uang Rp 100 Ribu Bertanda Tangan Purbaya Malah Diburu
10 Kali Sidang Kasus Kuota Haji, Saksi Beberkan Tak Ada Dugaan Kerugian Negara
Psikolog Umum Kompeten dan Siap Berikan Layanan di Puskesmas, Pendidikan, Organisasi serta Komunitas
Tak Lagi jadi Menkeu, Momen Purbaya Makan Bakso Berdua Istri dan Kembali Nyetir Sendiri

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022