Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 21 September 2026 | 13.57 WIB

Usai Sindir Korban Keracunan MBG di Karo, Pegawai SPPG di Bantul Dipecat

Seorang pria diduga pegawai Badan Gizi Nasional (BGN) membuat konten yang mengesankan sindiran pada korban keracunan Makan Bergizi Gratis (MBG) yang hilang ingatan di Karo, Sumatera Utara. (Instagram @reset.feeds) - Image

Seorang pria diduga pegawai Badan Gizi Nasional (BGN) membuat konten yang mengesankan sindiran pada korban keracunan Makan Bergizi Gratis (MBG) yang hilang ingatan di Karo, Sumatera Utara. (Instagram @reset.feeds)

JawaPos.com - Usai menyindir korban terdampak keracunan Makan Bergizi Gratis (MBG) di Karo, Sumatera Utara, pegawai Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Muntuk, Dlingo, Bantul akhirnya dipecat.

Pemecatan ini dilakukan lantaran pegawai tersebut tidak menunjukkan empati terhadap korban terdampak.

Koordinator Regional Badan Gizi Nasional (BGN) Regional DIY Wirandita Gagat Widyatmoko mengatakan, keputusan pemecatan tersebut merupakan bagian dari upaya menjaga standar perilaku, etika, dan profesionalitas seluruh jajaran dalam penyelenggaraan program MBG di DIY.

Sebelum diberhentikan, pihaknya juga telah melakukan penanganan sesuai dengan ketentuan yang berlaku. 

"Ini menjadi pelajaran bagi seluruh jajaran, bekerja dalam program MBG tidak hanya dituntut punya kemampuan teknis, tetapi juga etika, empati, sensitivitas, dan tanggung jawab berkomunikasi.” katanya, dilansir Radar Jogja (Jawa Pos Group), Senin (21/9).

Dikatakannya, setiap kejadian yang berkaitan dengan keamanan pangan harus menjadi perhatian bersama. Jika terdapat masyarakat atau penerima MBG yang diduga terdampak keracunan, seluruh pegawai SPPG yang terlibat harus mengedepankan rasa kemanusiaan, empati, serta sikap saling menghormati. 

"Bukan menjadikan kejadian tersebut sebagai bahan candaan ataupun olok-olok," tegasnya. 

Dia pun mengingatkan agar pegawai di SPPG, berhati-hati dalam menggunakan media sosial maupun menyampaikan pernyataan di ruang publik. Setiap pernyataan yang disampaikan oleh personel SPPG dapat memengaruhi anggapan masyarakat terhadap penyelenggaraan program MBG secara keseluruhan.

“Kita harus memahami sensitivitas persoalan yang sedang dihadapi masyarakat," pesannya. 

Dia mengingatkan, jangan sampai persoalan yang seharusnya menjadi pembelajaran bersama justru dikomentari dengan cara yang tidak tepat. Empati dan saling menghormati harus menjadi bagian dari budaya kerja di SPPG. 

Editor: Dinarsa Kurniawan
Tags

Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!

Jawa Pos

Ikuti

Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022

Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore