Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 7 Agustus 2026 | 20.52 WIB

Rencana Rahasia Gulingkan Pemerintah Iran Berujung Gagal, Mossad Pecat 2 Pejabat Seniornya 

PM Netanyahu menunjuk Roman Goffman sebagai kepala Mossad pada tahun 2025. [Israel Govt). - Image

PM Netanyahu menunjuk Roman Goffman sebagai kepala Mossad pada tahun 2025. [Israel Govt).

JawaPos.com - Direktur Mossad Roman Gofman dilaporkan memecat dua pejabat paling senior badan intelijen Israel yang berperan penting dalam penyusunan rencana rahasia untuk menggulingkan pemerintahan Iran.

Langkah ini dilakukan di tengah mencuatnya laporan bahwa operasi perubahan rezim yang disiapkan selama bertahun-tahun itu gagal mencapai target.

Laporan Channel 12 Israel pada Kamis (6/8) menyebut dua pejabat tersebut adalah kepala Direktorat Intelijen Mossad yang menjabat sejak Desember lalu dan kepala Divisi Iran.

Keduanya dikenal sebagai arsitek utama strategi yang dirancang untuk menjatuhkan Republik Islam Iran melalui kombinasi operasi militer, dukungan terhadap kelompok minoritas, hingga memicu gelombang demonstrasi besar.

Meski dicopot dari jabatan strategisnya, sumber keamanan yang dikutip Channel 12 menegaskan keputusan itu dilakukan atas dasar kesepakatan bersama. Keduanya disebut tetap akan bertugas di Mossad dalam posisi berbeda sebagai bagian dari reorganisasi besar yang dipimpin Gofman.

Menurut laporan tersebut, dokumen operasi rahasia itu sempat dipresentasikan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu saat berusaha meyakinkan Presiden Amerika Serikat Donald Trump untuk mendukung perang terhadap Iran pada Februari lalu.

Strategi tersebut diyakini dapat membuka jalan bagi perubahan rezim di Teheran dengan memanfaatkan situasi keamanan yang memburuk setelah serangan militer Israel dan Amerika Serikat.

Andalkan Kelompok Kurdi untuk Memicu Pemberontakan

Salah satu inti rencana Mossad adalah melancarkan serangan terhadap posisi Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) di wilayah Kurdistan Iran, dekat perbatasan Irak.

Sementara itu, mengutip laporan The New York Times, serangan itu dimaksudkan untuk membuka jalur bagi pejuang Kurdi memasuki Iran dan merebut sejumlah kota di wilayah barat laut negara tersebut.

Editor: Sabik Aji Taufan
Sumber: Channel 12, The New York Times
Tags

Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?

Jawa Pos

Ikuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!

Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore