Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 19 September 2026 | 05.01 WIB

Menko Polkam Gelar Rakor Bareng Menhut soal Karhutla, Hotspot Nasional Dilaporkan Menurun

Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Menko Polkam) Djamari Chaniago bersama Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Juli Antoni meninjau penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Sumatera Selatan, Jumat (18/9). - Image

Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Menko Polkam) Djamari Chaniago bersama Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Juli Antoni meninjau penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Sumatera Selatan, Jumat (18/9).

JawaPos.com - Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Menko Polkam) Djamari Chaniago bersama Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Juli Antoni meninjau penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Sumatera Selatan, Jumat (18/9). Dalam kunjungan tersebut, pemerintah juga menggelar rapat koordinasi untuk mengevaluasi penanganan karhutla.

Rakor yang berlangsung di Palembang itu dipimpin langsung oleh Djamari. Sejumlah pejabat turut hadir, di antaranya Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto, Gubernur Sumatera Selatan Herman Deru, serta jajaran TNI, Polri, BNPB, dan Manggala Agni Kementerian Kehutanan.

Dalam rapat tersebut, Djamari melaporkan kepada Presiden Prabowo Subianto mengenai keberadaannya di wilayah terdampak karhutla bersama Menteri Kehutanan dan Kepala BNPB. Ia menyampaikan laporan tersebut sebagai bagian dari upaya pemerintah memastikan penanganan kebakaran berjalan secara terpadu.

“Saya laporkan ke pak presiden bawah saya ke Sulawesi Selatan, saya bersama-sama dengan Menteri Kehutanan dan Kepala BNPB ada di sana,” kata Djamari Chaniago dalam rapat.

Menurut Djamari, Presiden Prabowo menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat dalam upaya pemadaman karhutla. Ia menggambarkan penanganan kebakaran sebagai sebuah pertempuran yang harus dimenangkan dalam waktu secepat mungkin.

“Beliau mengucapkan terimakasih atas perjuangan kita melawan pertempuran tapi kita sebagai komandan sebagai para pimpinannya berfikirlah untuk memenangkan pertempuran ini dalam waktu yang singkat,” tuturnya.

Sementara itu, Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Juli Antoni memaparkan perkembangan titik panas atau hotspot secara nasional. Berdasarkan data yang disampaikan dalam rakor, terdapat 1.308 hotspot pada 14 September, kemudian turun menjadi sekitar 1.042 titik pada 15 September dan kembali menurun hingga sekitar 340 titik pada 17 September.

“Jadi, ada progres baik kerja kolektif kita,” ujar Raja Juli.

Kendati tren nasional menunjukkan penurunan, Raja Juli menyebut Sumatera Selatan masih menjadi salah satu wilayah yang memiliki jumlah hotspot tinggi. Untuk kategori high confident, tercatat 239 titik pada 14 September, meningkat menjadi 245 pada 15 September, kemudian 249 pada 16 September, sebelum turun menjadi 216 titik pada 17 September.

Editor: Estu Suryowati
Tags

Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!

Jawa Pos

Ikuti

Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022

Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore