Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 19 September 2026 | 00.37 WIB

Kapolri Minta Pesilat Kendalikan Diri dan Jadi Pembawa Ketenteraman Masyarakat

Kapolri Listyo Sigit Prabowo saat meresmikan Balai Latihan Seni Silat sekaligus Milad ke-3 Pesanggrahan Tjimande Banten Indonesia (PTBI), Jumat (18/9). (Mabes Polri) - Image

Kapolri Listyo Sigit Prabowo saat meresmikan Balai Latihan Seni Silat sekaligus Milad ke-3 Pesanggrahan Tjimande Banten Indonesia (PTBI), Jumat (18/9). (Mabes Polri)

JawaPos.com - Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo mengingatkan para pesilat dan jawara agar tidak menggunakan kemampuan bela diri untuk kesombongan, kekerasan, maupun merugikan orang lain.

Pesan tersebut disampaikan Kapolri dalam Peresmian Balai Latihan Seni Silat sekaligus Milad ke-3 Pesanggrahan Tjimande Banten Indonesia (PTBI), Jumat (18/9/2026).

Kapolri menegaskan pencak silat bukan sekadar seni bela diri. Tradisi tersebut juga mewariskan nilai persaudaraan, kedisiplinan, pengendalian diri, keberanian, dan pembentukan karakter.

Karena itu, kemampuan seorang pesilat harus digunakan untuk melindungi masyarakat dan membela mereka yang lemah, bukan untuk menunjukkan keunggulan atau menyelesaikan persoalan dengan kekerasan.

“Seorang jawara sejati bukanlah orang yang mencari lawan untuk menunjukkan kekuatan, melainkan pribadi yang mampu menjaga diri, melindungi masyarakat, menyelesaikan persoalan dengan bijaksana, serta menempatkan kepentingan bersama di atas kepentingan pribadi maupun kelompok,” ujar Kapolri.

Kapolri mengatakan nilai-nilai tersebut harus menjadi pedoman bagi seluruh anggota PTBI dan perguruan silat lainnya.

Pesilat diharapkan mampu menjadi pembawa ketenteraman, menjaga kerukunan, serta menghindari tindakan yang dapat mengganggu keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).

“Setiap pesilat harus memahami bahwa kekuatan tidak boleh digunakan untuk kesombongan atau merugikan orang lain. Seorang pesilat harus mampu mengendalikan diri, menghormati sesama, membela yang lemah, menghindari kekerasan, dan hadir sebagai pembawa ketenteraman,” kata Kapolri.

Kapolri meminta seluruh anggota PTBI tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang belum tentu benar.

Nama besar perguruan tidak boleh disalahgunakan untuk kepentingan yang memecah persaudaraan, melakukan kekerasan, maupun mengganggu kamtibmas.

Editor: Dhimas Ginanjar
Tags

Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!

Jawa Pos

Ikuti

Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022

Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore