Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 16 September 2026 | 00.37 WIB

Data Ante Mortem Keluarga 5 Jurnalis yang Hilang Dikirim ke Polda Bengkulu

Sejumlah jurnalis foto yang tergabung dalam Pewarta Foto Indonesia (PFI) menggelar doa bersama dan menyalakan lilin di Bundaran HI, Jakarta, Jumat (11/09/2026). (Hanung Hambara/ Jawa Pos) - Image

Sejumlah jurnalis foto yang tergabung dalam Pewarta Foto Indonesia (PFI) menggelar doa bersama dan menyalakan lilin di Bundaran HI, Jakarta, Jumat (11/09/2026). (Hanung Hambara/ Jawa Pos)

JawaPos.com - Tim Disaster Victim Identification (DVI) Polda Banten mengirimkan data antemortem keluarga 5 jurnalis dan 3 kru speedboat hilang kotak di Selat Sunda ke Polda Bengkulu. Langkah itu dilakukan untuk kebutuhan pencocokan DNA dengan temuan jenazah di Pulau Enggano.

Data antemortem keluarga yang sudah diambil di Banten dibutuhkan sebagai bahan pembanding dalam proses identifikasi jenazah tersebut. Data-data yang dibutuhkan terdiri atas sidik jari, data gigi, dan data DNA. Data tersebut selanjutnya akan dibandingkan dengan data postmortem dari jenazah yang ditemukan polisi.

Kabid Humas Polda Banten Kombes Maruli Ahiles Hutapea menyampaikan bahwa pihaknya terus memberikan dukungan terhadap proses identifikasi dengan menyiapkan data yang diperlukan dalam prosedur DVI. Diantaranya dengan Tim DVI menyiapkan dan memberikan data antemortem yang diperoleh dari keluarga.

”Data antemortem dari keluarga korban kami bantu sampaikan kepada Tim DVI Polda Bengkulu untuk menjadi bahan pembanding dalam proses identifikasi. Selanjutnya, proses identifikasi dilakukan oleh Tim DVI Biddokkes Polda Bengkulu,” kata Maruli pada Selasa (15/9).

Proses pemeriksaan dan identifikasi jenazah di Bengkulu merupakan kewenangan Tim DVI Polda Bengkulu. Tim DVI Polda Banten hanya berwenang memberikan dukungan data antemortem keluarga untuk dicocokan dengan data postmortem jenazah.

Polda Banten optimistis dukungan data tersebut akan membantu proses identifikasi sehingga diperoleh kepastian mengenai identitas jenazah yang ditemukan di Pulau Enggano. Proses pengecekan berlangsung setelah jenazah dari Pulau Enggano dievakuasi.

”Untuk jenazah yang ditemukan di Pulau Enggano, Provinsi Bengkulu, sudah dievakuasi ke Polda Bengkulu dan hari ini telah dilakukan autopsi. Kami masih menunggu hasil pencocokan DNA dengan sampel keluarga dari teman-teman yang hilang kontak,” kata Maruli.

Berdasar hasil koordinasi dengan Polda Bengkulu, jenazah yang ditemukan di Pulau Enggano diketahui berjenis kelamin laki-laki, dengan ciri-ciri tinggi badan sekitar 165 sentimeter dan diperkirakan berusia di atas 50 tahun. Kondisi wajah sudah rusak sehingga diperlukan pemeriksaan lebih lanjut untuk memastikan identitasnya.

”Untuk memastikan identitasnya, kami tetap menunggu hasil pemeriksaan DNA,” ungkapnya.

Editor: Diar Candra
Tags

Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!

Jawa Pos

Ikuti

Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022

Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore