Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 13 September 2026 | 21.03 WIB

Viral Istilah September Hitam, Pengamat Ingatkan Demo Jangan Didasari Kebencian

Ilustrasi aksi mengenang tewasnya Munir. - Image

Ilustrasi aksi mengenang tewasnya Munir.

JawaPos.com - Pengamat Politik dari Indeks Data Nasional, Ayip Tayana menilai isu September Hitam merupakan aktivitas biasa di media sosal. Namun, dia mengingatkan agar momentum ini tidak dijadikan sebagai sarana mobilisasi massa dengan dasar kebencian.

Ayip mengajak istilah September Kelam ini disikapi secara positif. Segala bentuk peristiwa mengenaskan pada masa lalu memang tidak bisa dilupakan begitu saja.

"Fenomena September Hitam ini secara umum bagian dari aktivisme digital yang positif sebagai pengingat kolektif publik. Tapi jangan sampai berubah menjadi mobilisasi emosi," kata Ayip, Minggu (13/4). 

Rencana kelompok mahasiswa menggelar demonstrasi terkait pelanggaran HAM masa lalu pun merupakan hak warga negara dalam negara demokrasi.

"Namun pertanyannya, apakah demonstrasi hanya satu-satunya jalan untuk mendorong penyelesaian persoalan. Di sini mahasiswa dan masyarakat sipil perlu evaluasi," imbuhnya.

Ayip memaparkan, pemerintah sudah mengakui adanya 12 pelanggaran HAM berat pada masa lalu. Pemerintah juga berkomitme dalam memulihkan korban.

Oleh karena itu, bila aksi massa membawa tuntutan agar pemerintah mengakui pelanggaran HAM masa lalu dianggap tidak tepat.

"Artinya, ada kemajuan yang dilakukan pemerintah, tapi PR-nya juga banyak. Makanya kalau ada demonstrasi, harusnya tuntutannya berubah. Misalnya, berapa korban yang belum terverifikasi, bagaimana memastikan pemulihan tidak di atas kertas atau pelanggaran serupa tidak terjadi lagi," jelasnya. 

Dalam kondisi seperti sekarang, masyarakat sipil dapat melakukan pengawasan dan mendorong pemulihan yang semestinya pada korban. Selain itu, guna memastikan pelanggaran HAM berat tidak terulang lagi.

Editor: Sabik Aji Taufan
Tags

Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!

Jawa Pos

Ikuti

Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022

Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore