Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 10 September 2026 | 20.02 WIB

Mantan Kepala BMKG Ungkap Ancaman Kombinasi Bencana Geo-Hidrometeorologi, Seperti Zaman Dinosaurus

Mantan Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Dwikorita Karnawati dalam tayangan Youtube. - Image

Mantan Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Dwikorita Karnawati dalam tayangan Youtube.

JawaPos.com - Mantan Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Dwikorita Karnawati mengingatkan adanya potensi kombinasi bencana geologi dan hidrometeorologi, yang ternyata pernah terjadi saat Dinosaurus punah. 

Menurut Dwikorita, perubahan suhu bumi dan meningkatnya aktivitas kebumian dapat terjadi secara bersamaan.

Dwikorita mengatakan, erupsi gunung api juga berpotensi berkontribusi terhadap perubahan suhu. Fenomena tersebut menunjukkan adanya keterkaitan antara bencana yang bersumber dari dinamika atmosfer dengan aktivitas geologi di dalam bumi.

"Atau barangkali yang mengakibatkan kenaikan suhu itu juga antara lain erupsi tadi, ya. Itu sehingga mungkin melesat menjadi naiknya meningkat," kata Dwikorita dalam tayangan Youtube, Kamis (10/9).

Menurut dia, bencana meteorologi dan geologi tidak selalu berdiri sendiri. Dalam kondisi tertentu, kedua jenis bencana tersebut dapat berlangsung bersamaan sehingga menciptakan ancaman yang lebih kompleks bagi masyarakat.

"Nah, jadi ada kaitannya antara kejadian bencana yang berkaitan dengan meteorologi dan tadi geo, geo bencana kebumian kayak gunung api, ya. Itu itu bisa saja terjadi bersamaan. Dan itu sangat mungkin terjadi di saat ini," ujarnya.

Dwikorita menjelaskan, erupsi gunung api berkaitan dengan dinamika yang terjadi di dalam bumi. Pergerakan magma yang berasal dari bagian dalam bumi merupakan salah satu proses alamiah yang memengaruhi aktivitas vulkanik.

"Erupsi gunung api itu kan tenaga yang berasal dari dalam Bumi, yaitu gerak-gerak magma. Gerak-gerak magma itu erat kaitannya dengan kondisi di dalam selubung inti Bumi tadi. Ada astenosfer, kemudian ada bagian yang naik. Ya ini evolusi alamiah lah, ya," jelasnya.

Karena itu, Dwikorita menilai istilah geohidrometeorologi semakin relevan untuk menggambarkan kombinasi ancaman bencana yang terjadi. Ia bahkan mengaitkan fenomena tersebut dengan peristiwa kepunahan dinosaurus pada masa lampau.

"Nah, jadi kesimpulannya, kejadian bencana ini, terutama yang hidrometeorologi, dan saya mengatakan sebetulnya saat ini sudah beberapa kali terjadi kombinasi antara geo dan hidrometeorologi, geohidrometeorologi. Ternyata saat dinosaurus punah, itu ternyata kombinasi antara geo, bencana kebumian, geo tadi, yaitu erupsi gunung api, dan hidrometeorologi," tuturnya.

Editor: Nurul Adriyana Salbiah
Tags

Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!

Jawa Pos

Ikuti

Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022

Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore