
Empat ekor kuda asal Kediri yang hendak dikirim menuju Palangkaraya, Kalimantan Tengah, Senin (7/9). (Dok. Karantina Jatim)
JawaPos.com - Karantina Jawa Timur memperketat pengawasan lalu lintas kuda antarwilayah guna mencegah penyebaran penyakit Surra. Salah satunya dibuktikan lewat tindakan karantina ketat terhadap empat ekor kuda asal Kediri yang hendak dikirim menuju Palangkaraya, Kalimantan Tengah, Senin (7/9).
Plt. Kepala Karantina Jawa Timur, Hudiansyah Is Nursal menjelaskan, pemeriksaan kesehatan dilakukan secara menyeluruh untuk memastikan seluruh kuda yang dilalulintaskan dalam kondisi sehat dan tidak menjadi media pembawa parasit ke daerah tujuan.
"Melalui tindakan karantina, risiko penyebaran penyakit dapat ditekan," ujar Hudiansyah, Selasa (8/9).
Baca Juga:6 Zodiak yang Mimpinya Seolah Mendapat Jalan Terang pada September 2026, Cita-Cita Mulai Jadi Kenyat
Ia menjelaskan, Surra merupakan penyakit parasit darah yang disebabkan oleh Trypanosoma evansi. Kuda tergolong sebagai salah satu jenis hewan yang sangat peka terhadap infeksi ini.
Penyakit mematikan ini umumnya ditularkan melalui gigitan lalat pengisap darah, seperti spesies Tabanus, Chrysops, dan Haematopota.
Hudiansyah menambahkan, bahaya penyakit Surra sering kali tidak terdeteksi secara kasatmata karena hewan terinfeksi bisa saja tampak bugar di awal pemaparan.
Oleh karena itu, pemeriksaan fisik menyeluruh dan uji laboratorium sebelum keberangkatan menjadi kunci utama mitigasi.
Baca Juga:Urutan 12 Zodiak Paling Beruntung Besok, Rabu 9 September 2026: Cek, Zodiakmu Ada di Nomor Berapa?
Ia pun menjabarkan beberapa gejala klinis penyakit Surra. Di antaranya kuda mengalami demam tinggi dibarengi kondisi tubuh yang melemah.
Gejala selanjutnya, kehilangan nafsu makan hingga fisik kian kurus secara drastis, mengalami anemia, serta terjadi pembengkakan pada area tubuh tertentu.
"Pengawasan ketat terhadap ancaman penyakit Surra tidak hanya berfokus pada perlindungan populasi hewan di daerah penerima, tetapi juga untuk mencegah kerugian ekonomi yang besar bagi para pemilik kuda akibat penurunan produktivitas hingga risiko kematian ternak," kata Hudiansyah.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

7 Cara Ampuh Mengatasi HP Lemot Tanpa Harus Ganti Baru
Ferry Juliantono Rencanakan Penyaluran Gaji PNS dan Pensiun lewat Koperasi
Prediksi Skor Buriram vs Borneo di ASEAN Club Championship: Thunder Castle Menang Tipis
Pengurus NU Laporkan Dugaan Politik Uang Muktamar ke KPK, Uang Rp 40 Juta Dikembalikan
Prediksi Skor Kuching City vs Tampines di ASEAN Club Championship: The Cats Unggul Tipis
Besan KDM Komjen Karyoto Dimutasi dari Jabatan Kabaharkam Jelang Pensiun
Didik J Rachbini: Putusan MK Ungkap Kebohongan Gibran dan Jokowi
Jokowi Temui Prabowo saat Sidang Putusan Gibran, Ajudan Ungkap Isi Pertemuan
Prediksi Skor Meksiko vs Cile: El Tri Bakal Bangkit, La Roja Akhiri Tren Buruk
Gibran Terbukti Tak Punya Ijazah SMA, tapi MK Tidak Berwenang Diskualifikasi dari Wapres

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022