Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 9 September 2026 | 03.34 WIB

Cegah Penyakit Surra, Karantina Jatim Perketat Pengiriman Kuda ke Kalimantan

Empat ekor kuda asal Kediri yang hendak dikirim menuju Palangkaraya, Kalimantan Tengah, Senin (7/9). (Dok. Karantina Jatim) - Image

Empat ekor kuda asal Kediri yang hendak dikirim menuju Palangkaraya, Kalimantan Tengah, Senin (7/9). (Dok. Karantina Jatim)

JawaPos.com - Karantina Jawa Timur memperketat pengawasan lalu lintas kuda antarwilayah guna mencegah penyebaran penyakit Surra. Salah satunya dibuktikan lewat tindakan karantina ketat terhadap empat ekor kuda asal Kediri yang hendak dikirim menuju Palangkaraya, Kalimantan Tengah, Senin (7/9).

Plt. Kepala Karantina Jawa Timur, Hudiansyah Is Nursal menjelaskan, pemeriksaan kesehatan dilakukan secara menyeluruh untuk memastikan seluruh kuda yang dilalulintaskan dalam kondisi sehat dan tidak menjadi media pembawa parasit ke daerah tujuan.

"Melalui tindakan karantina, risiko penyebaran penyakit dapat ditekan," ujar Hudiansyah, Selasa (8/9).

Ia menjelaskan, Surra merupakan penyakit parasit darah yang disebabkan oleh Trypanosoma evansi. Kuda tergolong sebagai salah satu jenis hewan yang sangat peka terhadap infeksi ini.

Penyakit mematikan ini umumnya ditularkan melalui gigitan lalat pengisap darah, seperti spesies Tabanus, Chrysops, dan Haematopota.

Hudiansyah menambahkan, bahaya penyakit Surra sering kali tidak terdeteksi secara kasatmata karena hewan terinfeksi bisa saja tampak bugar di awal pemaparan.

Oleh karena itu, pemeriksaan fisik menyeluruh dan uji laboratorium sebelum keberangkatan menjadi kunci utama mitigasi.

Ia pun menjabarkan beberapa gejala klinis penyakit Surra. Di antaranya kuda mengalami demam tinggi dibarengi kondisi tubuh yang melemah.

Gejala selanjutnya, kehilangan nafsu makan hingga fisik kian kurus secara drastis, mengalami anemia, serta terjadi pembengkakan pada area tubuh tertentu.

"Pengawasan ketat terhadap ancaman penyakit Surra tidak hanya berfokus pada perlindungan populasi hewan di daerah penerima, tetapi juga untuk mencegah kerugian ekonomi yang besar bagi para pemilik kuda akibat penurunan produktivitas hingga risiko kematian ternak," kata Hudiansyah.

Editor: Bintang Pradewo
Tags

Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!

Jawa Pos

Ikuti

Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022

Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore