Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 8 September 2026 | 20.31 WIB

Penguatan Sistem Mitigasi Jadi Fokus Pemerintah Pasca Gempa Bumi NTT hingga Erupsi Anak Krakatau

Presiden Prabowo Subianto memberikan sejumlah arahan terkait penanggulangan bencana alam yang belum ini la terjadi di berbagai daerah Indonesia. (BPMI Setpres) - Image

Presiden Prabowo Subianto memberikan sejumlah arahan terkait penanggulangan bencana alam yang belum ini la terjadi di berbagai daerah Indonesia. (BPMI Setpres)

JawaPos.com - Presiden Prabowo Subianto menegaskan fokus pemerintah untuk memperkuat sistem mitigasi bencana di Indonesia. Langkah itu diambil pasca gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT), kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di beberapa daerah, hingga erupsi Gunung Anak Krakatau.

Dalam rapat kabinet yang disiarkan secara dalam jaringan (daring) pada Senin (8/9), Presiden Prabowo mengevaluasi penanganan berbagai bencana alam tersebut. Dia menegaskan atensi pemerintah terhadap korban terdampak bencana alam yang masih membutuhkan uluran tangan.

Pemerintah memastikan kebutuhan dasar masyarakat di Flores setelah diguncang gempa bumi magnitudo 7,7 pada 15 Agustus lalu sudah terpenuhi. Jaringan listrik, saluran komunikasi, BBM, air bersih, transportasi, kesehatan, dan pendidikan secara umum kembali berfungsi.

Dalam kesempatan yang sama, Prabowo menekankan bahwa Indonesia sebagai negara yang berada dalam lingkaran api atau ring of fire harus selalu siap menghadapi bencana alam. Karena itu, dia meminta penyusunan master plan mitigasi bencana yang menyeluruh.

”Jadi kita harus siap menghadapi keadaan seperti ini setiap saat. Alokasi anggaran untuk mitigasi bencana harus kita tambah secara signifikan,” ucap Prabowo.

Melalui penambahan anggaran, penguatan sumber daya dan peralatan seperti helikopter, pompa air, kendaraan pemadam, ekskavator, pesawat modifikasi cuaca, serta drone, pemerintah optimistis penanggulangan bencana alam di Indonesia ke depan akan semakin baik.

Bersamaan dengan itu, Prabowo juga menekankan pentingnya evaluasi secara berkelanjutan dalam penanggulangan bencana, khususnya karhutla yang terjadi di tengah fenomena El Nino. Sejauh ini, pemerintah mengerahkan 19 pesawat untuk operasi modifikasi cuaca dan patroli, serta 36 pesawat untuk water bombing.

Penegakan hukum terhadap para pelaku di balik terjadinya karhutla turut menjadi atensi presiden. Sejak Januari sampai September tahun ini, sebanyak 138 orang sudah menjadi tersangka. Ratusan orang itu terdiri atas 119 tersangka dalam kasus kesengajaan dan 19 tersangka yang lalai.

”Saya tertarik juga itu yang habis kebakaran langsung jadi lahan perkebunan dalam waktu yang sangat singkat. Jadi, ini benar-benar kesengajaan dan apakah ini korporasi. Tolong diselidiki terus,” perintah Prabowo.

Editor: Sabik Aji Taufan
Tags

Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!

Jawa Pos

Ikuti

Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022

Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore