
Pembagian makan bergizi gratis (MBG) untuk kelompok 3B (ibu hamil, ibu menyusui, dan balita non-PAUD) di sebuah posyadu di kawasan Limo, Depok, Jawa Barat, Selasa (13/7/2026). (Dery Ridwansah/ JawaPos.com)
JawaPos.com – Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sudaryono menegur keras kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang dinilai tidak menjalankan standar operasional prosedur (SOP) dengan baik. Salah satunya terkait pemasangan label pada ompreng makanan program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Sudaryono bahkan menilai ada kepala SPPG yang mencoba membohongi BGN dengan hanya memasang label pada satu ompreng. Sementara ribuan ompreng lainnya tidak diberi label sesuai ketentuan.
“Jadi saya, melihat mohon maaf kesadaran Anda dalam bekerja ini nggak ada. Sampaikan itu ternyata dapurnya jelek sekali. SOP-nya nggak bagus. Dia naruh-naruhnya di lantai. Terus kemudian dia bohongin saya, saya suruh pasang label ternyata satu sekolah satu label. Dan itu labelnya entah di mana. Dilabeli jam 10 tapi diantar jam 12. Itu kan kok bohongin kita semua,” kata Sudaryono dalam video yang diunggah di instagram @sudaru_sudaryono, Senin (8/9).
Menurut dia, kepala dapur SPPG dan jajaran BGN di daerah merupakan kepanjangan tangan lembaga dalam menjalankan program MBG. Karena itu, dia menilai tidak semestinya petugas justru tidak jujur dalam menjalankan instruksi.
“Sebetulnya aneh kalau misalnya pegawai kita yang kepanjangan tangan saya yang ada di dapur-dapur, ada di kecamatan, kabupaten, dan provinsi ini kemudian itu jadi tidak jujur sama kita. Itu kan lucu gitu lho,” ujarnya.
Sudaryono kemudian mencontohkan praktik pemasangan label yang menurutnya tidak sesuai dengan perintah. Label disebut hanya dipasang pada satu ompreng agar sistem pemantauan MBG menunjukkan bahwa ketentuan telah dijalankan.
“Itu maksudnya apa ya saya juga bingung? Kok Anda membohongi saya, membohongi kita? Ini Anda nih kerja untuk siapa sebetulnya?” tegas Sudaryono.
Dia menekankan, kepatuhan terhadap SOP menjadi penting karena program MBG berkaitan langsung dengan kesehatan penerima manfaat. Menurutnya, kedisiplinan petugas di dapur akan mengurangi kebutuhan pengawasan tambahan dari BGN.
“Jadi apa, Anda ini adalah kepanjangan tangan kami. Kalau seluruh kepala dapur, seluruh SPPI itu kemudian taat SOP, bertanggung jawab, hadir di setiap proses memasak di dapur, disiplin, udah nggak perlu yang namanya Zoom tiap tengah malam tuh nggak perlu. Kenapa menjadi perlu karena Anda tidak disiplin. Karena Anda ternyata membohongi kami gitu,” katanya.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Profil Yudi Cahyadi, Atlet MMA yang Tantang Duel Herri Pras Usai Singgung UAS dan UAH
Profil Herri Pras yang Kritik UAS dan UAH, Pendiri PSGI yang Ditantang Duel Atlet MMA
7 Kebiasaan Masa Kecil yang Berpengaruh Pada Kesuksesan Anak di Masa Depan
Herri Pras Beberkan Kronologi Digerebek Petarung MMA: Ditendang dan Didengkul Ulu Hati
Marco Bezzecchi Tuai Kritik Usai Kesalahan di Sepang Memperburuk Peluang Juara Dunia
Kembali Lakukan Mutasi, Kapolri Suyudi Ganti 264 Pati dan Pamen Polri
Prediksi Susunan Pemain Atletico Madrid vs Bayern Munchen: Alex Baena Ingin Tim Tamu Kesulitan
Prediksi Galatasaray vs Stuttgart: Tuan Rumah Punya Modal Bagus,tetapi Tim Tamu Siap Beri Perlawanan
Prediksi Skor Jeonbuk Motors vs Johor Darul Takzim FC, Duel Ketat di AFC Champions League Elite
Usai Digeruduk Rombongan Petarung MMA, Herri Pras Sempat Dievakuasi di Polsek Gunung Putri

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022