Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 7 September 2026 | 16.29 WIB

Daerah Paling Terdampak Abu Erupsi Gunung Anak Krakatau: Lampung Selatan, Tanggamus, dan Pandeglang

Sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau di tepi pantai wilayah Kecamatan Anyer, Kabupaten Serang, Banten, Sabtu (5/9). Badan Geologi memastikan erupsi Gunung Anak Krakatau tidak memicu gelombang tsunami. (BPBD Kabupaten Serang) - Image

Sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau di tepi pantai wilayah Kecamatan Anyer, Kabupaten Serang, Banten, Sabtu (5/9). Badan Geologi memastikan erupsi Gunung Anak Krakatau tidak memicu gelombang tsunami. (BPBD Kabupaten Serang)

JawaPos.com - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyatakan tiga kabupaten menjadi wilayah paling terdampak aktivitas vulkanik Gunung Anak Krakatau.

Ketiganya yakni Lampung Selatan dan Tanggamus di Provinsi Lampung serta Pandeglang di Provinsi Banten.

Pelaksana Tugas Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton SP Panjaitan dalam keterangan di Jakarta, Senin (7/9) mengatakan pemantauan terhadap wilayah yang terdampak abu vulkanik terus dilakukan bersama pemerintah daerah dan kementerian/lembaga terkait.

"Dalam hal ini termasuk Kementerian Kesehatan yang mengimbau masyarakat memperhatikan kondisi kesehatan, terutama pada saluran pernapasan, mata, dan kulit," kata Berton dikutip dari Antara.

Dia menjelaskan masyarakat yang harus beraktivitas di luar rumah disarankan menggunakan perlindungan, seperti masker dan kacamata serta segera membersihkan diri setelah kembali dari luar rumah.

Warga juga diimbau lebih banyak melakukan aktivitas di dalam rumah selama wilayahnya masih terpapar abu vulkanik. Apabila mengalami gangguan pernapasan, masyarakat diminta segera mendapatkan pelayanan kesehatan.

Menteri Kesehatan juga telah menginstruksikan kesiapsiagaan puskesmas di daerah terdampak serta mengantisipasi kemungkinan kebutuhan pengaktifan pos komando kesehatan atau Health Emergency Operation Centre (HEOC).

Aktivitas Gunung Anak Krakatau juga berdampak terhadap operasional penerbangan. Otoritas bandara bersama Kementerian Perhubungan dan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) terus memantau perkembangan dan sebaran abu vulkanik karena material tersebut dapat membahayakan keselamatan penerbangan.

Setidaknya sampai dengan Minggu (6/9), pukul 13.00 WIB, enam bandara masih ditutup sementara akibat dampak abu vulkanik, yakni Bandara Soekarno-Hatta dan Budiarto di Tangerang, Pondok Cabe di Tangerang Selatan, Halim Perdanakusuma di Jakarta Timur, Raden Inten II di Lampung, serta Husein Sastranegara di Bandung.

Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi mengatakan penutupan sementara Bandara Husein Sastranegara dilakukan setelah pengecekan kondisi wilayah bandara. Fasilitas penerbangan tersebut ditutup sementara pada Sabtu (6/9), pukul 12.00 WIB, untuk memastikan keselamatan penerbangan.

Editor: Diar Candra
Tags

Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!

Jawa Pos

Ikuti

Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore