
Gunung Anak Krakatau di Lampung meletus dan melontarkan abu vulkanik setinggi 250 meter di atas puncak, Senin (24/8/2026) pagi. (ANTARA/HO-Badan Geolog)
JawaPos.com - Aktivitas Gunung Anak Krakatau di Perairan Selat Sunda pada Jumat malam (4/9) sampai Sabtu (5/9) sangat intens. Gunung api tersebut erupsi dan memuntahkan lava pijar. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) meminta agar masyarakat waspada.
Menurut Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton SP Panjaitan, kewaspadaan perlu berjalan beriringan dengan ketenangan. Masyarakat, khususnya yang berada di wilayah pesisir Banten dan Lampung, tidak perlu panik terhadap isu tsunami.
”Namun tetap perlu mengikuti perkembangan informasi resmi,” kata Berton kepada awak media pada Sabtu (5/9).
Baca Juga:Minala Cup Padel Digelar di Jakarta, Diikuti Lebih Dari 300 Peserta dan Hadirkan Hadiah Ratusan Juta
Berton memastikan, BNPB bersama BPBD dan PVMBG terus memantau aktivitas Gunung Anak Krakatau. Dia menekankan 3 hal utama dalam situasi dan kondisi saat ini. Pertama, keselamatan masyarakat menjadi prioritas sehingga pemerintah daerah (pemda) bersama unsur terkait perlu memastikan tidak ada masyarakat maupun wisatawan yang berada dalam radius bahaya.
”Pengawasan dan patroli di kawasan tersebut perlu terus diperkuat untuk mencegah masyarakat memasuki zona terlarang,” ujarnya.
Kedua, kesiapsiagaan perlu ditingkatkan. Pemda bersama BPBD dan unsur terkait diharapkan memastikan jalur evakuasi, titik kumpul, sarana komunikasi serta kebutuhan dasar masyarakat siap digunakan apabila terjadi perubahan aktivitas yang membutuhkan langkah evakuasi.
Ketiga, masih kata Berton, masyarakat diminta meningkatkan kewaspadaan dan mematuhi setiap arahan petugas di lapangan. Masyarakat juga dilarang mendekati kawasan Gunung Anak Krakatau hanya untuk menyaksikan atau mendokumentasikan erupsi.
”BNPB bersama pemerintah daerah dan unsur terkait terus memantau perkembangan aktivitas Gunung Anak Krakatau. PVMBG juga akan melakukan evaluasi secara berkala maupun sewaktu-waktu apabila terdapat perubahan signifikan pada aktivitas maupun morfologi gunungapi,” jelasnya.
Sebelumnya, Kepala Badan Geologi Lana saria menyampaikan bahwa potensi dan ancaman bahaya dari erupsi pada pukul 23.07 WIB-04.40 WIB itu berasal dari aliran lava yang dapat disertai lontaran batu pijar. Untuk itu, pihaknya menyampaikan beberapa rekomendasi.
”Pertama, masyarakat di sekitar Gunung Anak Krakatau dan pengunjung, wisatawan, dan pendaki tidak diperbolehkan memasuki dan melakukan kegiatan di dalam wilayah radius 3 kilometer dari pusat aktivitas Gunung Anak Krakatau,” kata dia.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Borneo FC vs Persija Jakarta: Macan Kemayoran Menang Tipis di Samarinda
Prediksi Skor Hoffenheim vs Borussia Dortmund di Liga Jerman: Kans Die Borussen Gondol 3 Poin
Prediksi Skor Bhayangkara FC vs Persebaya Surabaya: Green Force Diprediksi Menang Tipis di Lampung
Prediksi Skor Newcastle United vs Bournemouth di Liga Inggris: The Magpies Tak Ingin Malu di Kandang
Prediksi Skor Alaves vs Osasuna di Liga Spanyol: Duel Sengit Berpotensi Imbang di Mendizorrotza
Prediksi Skor Villarreal vs Deportivo La Coruna di Liga Spanyol: Kapal Selam Kuning Amankan 3 Poin!
Prediksi Skor Marseille vs Paris FC di Liga Prancis: Kans Les Phocéens Pesta Gol di Stade Velodrome
Prediksi Skor Werder Bremen vs RB Leipzig di Liga Jerman: Die Bullen Bisa Gondol 3 Poin
Prediksi Skor Parma vs Monza di Liga Italia: Duel Sengit Rawan Berakhir Imbang!
Prediksi Skor Java United FC vs Garudayaksa: Laskar Kepodang Emas Bisa Menang Tipis
