Jenis burung merpati. (Pixabay)
JawaPos.com - Indonesia Corruption Watch (ICW) mengungkap temuan pengadaan burung merpati senilai Rp 305 juta yang diduga dilakukan Kementerian Sekretariat Negara (Kemensetneg) dalam rangka perayaan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.
Staf Investigasi ICW Azhim Syah mengatakan, pengadaan tersebut dimenangkan oleh Indoglobal Multi Karya. Menurutnya, temuan itu menjadi sorotan karena dilakukan ketika pemerintah tengah menerapkan efisiensi anggaran.
"ICW menemukan adanya pengadaan burung merpati senilai Rp 305 juta dalam rangka perayaan Kemerdekaan RI. Pengadaan dilakukan oleh Kementerian Sekretariat Negara yang dimenangkan oleh Indoglobal Multi Karya," kata Azhim Syah kepada wartawan, Kamis (20/8).
Selain menelusuri pengadaan untuk kegiatan perayaan kemerdekaan, ICW juga mencari informasi mengenai realisasi pengadaan yang berkaitan dengan penanganan bencana pada tahun anggaran 2026.
"Di saat yang sama ICW mencari realisasi pengadaan untuk penanganan bencana tahun anggaran 2026 di Kementerian Sekretariat Negara dan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) hasilnya tidak ditemukan satu pun paket pengadaan," ungkapnya.
Azhim menilai, pengadaan burung merpati tersebut menunjukkan adanya persoalan dalam menentukan prioritas penggunaan anggaran negara. Terlebih, sejumlah wilayah masih menghadapi persoalan bencana dan proses pemulihan yang membutuhkan dukungan anggaran.
"Pengadaan ini kami nilai merupakan bagian perayaan HUT RI yang berlebihan karena dilakukan di tengah situasi anggaran negara mengalami efisiensi besar-besaran dan bencana besar di NTT, kebakaran hutan dan lahan yang masif di Kalimantan, serta perbaikan dan pemulihan yang belum tuntas pasca bencana besar di Aceh dan Sumatera," tegasnya.
Menurut Azhim, perhatian terhadap penggunaan anggaran tidak semestinya hanya berfokus pada besarnya nilai suatu pengadaan. Ia menekankan, aspek yang lebih penting adalah kesesuaian belanja pemerintah dengan kebutuhan masyarakat serta kondisi yang sedang dihadapi negara.
"Persoalannya bukan semata pada nominal 305 juta, tetapi mencerminkan bagaimana pengelolaan anggaran pemerintah yang tidak berbasis skala prioritas dan tidak memandang aspek urgensi," cetusnya.
Baca Juga:ICW Ungkap Potensi Markup Rp 5,54 Triliun dalam Pengadaan 80 Ribu Pikap Kopdes Merah Putih
ICW menilai, momentum peringatan kemerdekaan tetap penting untuk dirayakan. Namun, kegiatan seremonial tersebut seharusnya diselenggarakan dengan mempertimbangkan kondisi keuangan negara dan kebutuhan masyarakat yang lebih mendesak.
"Perayaan kemerdekaan semestinya tidak menjadi alasan untuk menghamburkan anggaran. Terlalu banyak kebutuhan publik yang mendesak yang lebih membutuhkan keberpihakan anggaran," pungkasnya.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Slovan Bratislava vs Celje di Kualifikasi Liga Champions 2026/2027
Prediksi Skor Fenerbahce vs Lyon di Kualifikasi Liga Champions 2026/2027, Tuan Rumah Dilarang Kalah!
Prediksi Skor Hapoel Beer Sheva vs Sabah FK di Kualifikasi Liga Champions 2026/2027
Prediksi Skor Vietnam vs Malaysia Leg 2 Semifinal AFF 2026: The Golden Star Warriors Menuju Final!
Prediksi Skor Rayo Vallecano vs Alaves: Momentum Tuan Rumah Bangkit!
Profil Putri Juficha, Miss Earth Indonesia 2025 yang Meninggal di Usia Muda
Prediksi Skor Atletico Madrid vs Malaga: Los Rojiblancos Menang Tipis?
Prediksi Skor Dinamo Zagreb vs Viking di Liga Champions: Skuad Modri Datang dengan Modal Bagus!
Prediksi Skor Celtic vs LASK Linz di Kualifikasi Liga Champions 2026/2027, Potensi The Hoops Menang!
Ada Andik Vermansah Hingga Leo Lelis, 6 Mantan Pemain Persebaya Memperkuat Tim Promosi
