Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 21 Agustus 2026 | 03.34 WIB

ICW Ungkap Temuan Janggal Pengadaan Burung Merpati Senilai Rp 305 Juta dalam Perayaan HUT ke-81 RI

Jenis burung merpati. (Pixabay)

 

JawaPos.com - Indonesia Corruption Watch (ICW) mengungkap temuan pengadaan burung merpati senilai Rp 305 juta yang diduga dilakukan Kementerian Sekretariat Negara (Kemensetneg) dalam rangka perayaan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.

Staf Investigasi ICW Azhim Syah mengatakan, pengadaan tersebut dimenangkan oleh Indoglobal Multi Karya. Menurutnya, temuan itu menjadi sorotan karena dilakukan ketika pemerintah tengah menerapkan efisiensi anggaran.

"ICW menemukan adanya pengadaan burung merpati senilai Rp 305 juta dalam rangka perayaan Kemerdekaan RI. Pengadaan dilakukan oleh Kementerian Sekretariat Negara yang dimenangkan oleh Indoglobal Multi Karya," kata Azhim Syah kepada wartawan, Kamis (20/8).

Selain menelusuri pengadaan untuk kegiatan perayaan kemerdekaan, ICW juga mencari informasi mengenai realisasi pengadaan yang berkaitan dengan penanganan bencana pada tahun anggaran 2026.

"Di saat yang sama ICW mencari realisasi pengadaan untuk penanganan bencana tahun anggaran 2026 di Kementerian Sekretariat Negara dan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) hasilnya tidak ditemukan satu pun paket pengadaan," ungkapnya.

Azhim menilai, pengadaan burung merpati tersebut menunjukkan adanya persoalan dalam menentukan prioritas penggunaan anggaran negara. Terlebih, sejumlah wilayah masih menghadapi persoalan bencana dan proses pemulihan yang membutuhkan dukungan anggaran.

"Pengadaan ini kami nilai merupakan bagian perayaan HUT RI yang berlebihan karena dilakukan di tengah situasi anggaran negara mengalami efisiensi besar-besaran dan bencana besar di NTT, kebakaran hutan dan lahan yang masif di Kalimantan, serta perbaikan dan pemulihan yang belum tuntas pasca bencana besar di Aceh dan Sumatera," tegasnya.

Menurut Azhim, perhatian terhadap penggunaan anggaran tidak semestinya hanya berfokus pada besarnya nilai suatu pengadaan. Ia menekankan, aspek yang lebih penting adalah kesesuaian belanja pemerintah dengan kebutuhan masyarakat serta kondisi yang sedang dihadapi negara.

"Persoalannya bukan semata pada nominal 305 juta, tetapi mencerminkan bagaimana pengelolaan anggaran pemerintah yang tidak berbasis skala prioritas dan tidak memandang aspek urgensi," cetusnya.

ICW menilai, momentum peringatan kemerdekaan tetap penting untuk dirayakan. Namun, kegiatan seremonial tersebut seharusnya diselenggarakan dengan mempertimbangkan kondisi keuangan negara dan kebutuhan masyarakat yang lebih mendesak.

"Perayaan kemerdekaan semestinya tidak menjadi alasan untuk menghamburkan anggaran. Terlalu banyak kebutuhan publik yang mendesak yang lebih membutuhkan keberpihakan anggaran," pungkasnya.

Editor: Kuswandi
Tags

Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!

Jawa Pos

Ikuti

Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore